Ampunan Allah SWT. Sungguh Sangat Luas

Sebagai makhluk yang bertuhan sudah sepantasnya kita beribadah kepada Allah swt. Tidak hanya pagi ataupun siang, petang bahkan malam kita diperintahkan untuk beribadah kepada Allah SWT. karena semua makhluk sifatnya fana (tidak kekal) dan suatu saat akan menghadap kepada Sang Pencipta. Oleh karena itu, persiapan-persiapan bekal yang akan kita bawa keakhirat adalah bekal yang tidak bisa dibagi untuk siapapun termasuk keluarga dan kerabat dekat.
Ampunan Allah SWT.Sangat Luas, baik dosa kecil mahupun dosa besar baik sebesar gunong, sebesar langit bahkan sebesar bumi

Dunia adalah sebagai ladang kita untuk bercocok tanam menuju akhirat. Semakin banyak bekal yang akan kita bawa maka semakin baik pula keadaanya di akhirat kelak. Begitu pula dengan amal jahat yang dilakukan, maka akan berdampak buruk ketika diakhirat kelak. Amal baik akan mendapat balasan syurga sedangkan neraka adalah bagi mereka yang amalannya berupa keburukan.
Seperti halnya kita bercocok tanam dalam proses pertanian, kita akan menjumpai hama-hama yang akan merusak tanaman-tanaman untuk bekal kita. Hama-hama itulah yang dinamakan dosa. Seperti halnya tanaman biasa yang hamanya dapat dibasmi, maka begitu pulalah dengan hama pada amalan kita. Yaitu dengan cara memohon ampun kepada Allah SWT. atau sering kita sebut dengan taubat.
Seperti beberapa firman Allah swt. dalam surat  berikut ini,

وَٱسْتَغْفِرْ لِذَنۢبِكَ 
"Dan mohonlah pengampunan - kepada Allah – kerana dosamu." (Muhammad: 19)

Allah Ta'ala berfirman pula: 

وَٱسْتَغْفِرِ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا
"Dan mohonlah pengampunan kepada Allah, sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Penyayang." (an-Nisa': 106)

Allah Ta'ala berfirman lagi:

وَمَن يَعْمَلْ سُوٓءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُۥ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ ٱللَّهَ يَجِدِ ٱللَّهَ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا
 "Dan barangsiapa yang mengerjakan keburukan atau menganiaya dirinya sendiri, kemudian memohonkan pengampunan kepada Allah, maka ia akan mendapatkan Allah itu adalah Maha Pengampun lagi Penyayang." (an-Nisa': 110)

Allah Ta'ala juga berfirman:

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَٱسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ تَ
 "Maka bertasbihlah dengan mengucapkan puji-pujian kepada Tuhanmu dan mohonlah pengampunan kepadaNya, sesungguhnya Tuhan itu adalah Maha Penerima taubat." (an-Nashr: 3)

Allah Ta'ala berfirman lagi:
وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا۟ فَٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا۟ ٱللَّهَ فَٱسْتَغْفَرُوا۟ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلُوا۟ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
 "Dan orang-orang yang apabila melakukan kejahatan atau mengianiaya dirinya sendiri, mereka lalu ingat kepada Allah, kemudian memohonkan pengampunan kerana dosa-dosa mereka itu. Siapakah lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa itu selain Allah? Dan mereka tidak terus-menerus mengulangi perbuatan yang jahat itu, sedang mereka mengetahui."' (ali-lmran: 135)

Sungguh sangat banyak firman-firman Allah yang menjelaskan tentang ampunan dosa bagi hamba-hambanya. Tidak ada batas bagi hamba-hamba untuk memohon ampun, karena Allah SWT. akan mengampuni. 

Mungkin sahabat Beriman pernah mendengar kisah Nabi Musa As. Ketika nabi Musa kembali ke mesir yang tiba-tiba ada perkelahian yang terjadi. Salah satu pihak adalah kaum nabi musa dan pihak yang satunya lagi adalah pihak musuh atau pihak Fir’aun. Ketika nabi Musa hendak menolong, dan beliau meninju simusuh tersebut lalu mati. Nabi musa menyesal, karena beliau tidak maksud membunuh namun hanya membela dan kemudia nabi Musa memohon ampunan kepada Allah swt. dan beliaupun mendapat ampunan. Untuk lebih jelasnya marilah kita simak Firman Allah swt. dalam surat Al Qashahs berikut ini,

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَٱسْتَوَىٰٓ ءَاتَيْنَٰهُ حُكْمًۭا وَعِلْمًۭا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ وَدَخَلَ ٱلْمَدِينَةَ عَلَىٰ حِينِ غَفْلَةٍۢ مِّنْ أَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلَانِ هَٰذَا مِن شِيعَتِهِۦ وَهَٰذَا مِنْ عَدُوِّهِۦ ۖ فَٱسْتَغَٰثَهُ ٱلَّذِى مِن شِيعَتِهِۦ عَلَى ٱلَّذِى مِنْ عَدُوِّهِۦ فَوَكَزَهُۥ مُوسَىٰ فَقَضَىٰ عَلَيْهِ ۖ قَالَ هَٰذَا مِنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۖ إِنَّهُۥ عَدُوٌّۭ مُّضِلٌّۭ مُّبِينٌۭ
Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya Hikmah (kenabian) dan pengetahuan. dan Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, Maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang ber- kelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: "Ini adalah perbuatan syaitan. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).  Musa mendoa: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku telah Menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, Sesungguhnya Allah Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Qashash ayat 14-16)

Artikel terkait: Usia baliq (sampai umur) laki-laki dan perempuan

Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun segala dosa seberapapun banyak dosa itu. Apakah sebesar gunung, atau sebesar lagit. Sungguh Allah-lah yang maha pengampun segala dosa. Seperti sabda Rasulullah berikut ini,

Dari Anas bin Malik ra berkata,"Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman,"Wahai anak Adam, selama kamu berdoa dan berharap kepada-Ku, maka Aku mengampuni dosa-dosa lampaumu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, meski dosamu sepenuh langit, namun bila kamu meminta ampun kepada-Ku, pastilah Ku ampuni dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, meski kamu datang kepada Ku dengan dosa sepenuh bumi namun bila kamu menemui-Ku tanpa syirik kepada-Ku, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh itu juga. (HR. At-Tirmizy).

Dan begitu pula apabila terkadang kita melakukan dosa yang berulang-ulang,  Karena memang sudah kodrat manusia yang tipis imannya mudah digoda oleh syaitan-syaitan laknatillah. Maka Allah swt akan tetap mengampuninya, seperti sabda rasulullah berikut ini,

Hadis riwayat Abu Hurairah ra:
Dari Nabi saw. tentang yang beliau riwayatkan dari Tuhannya, beliau bersabda: Seorang hamba melakukan satu perbuatan dosa lalu berdoa: "Ya Allah, ampunilah dosaku". Allah Taala berfirman: Hamba-Ku telah berbuat dosa dan dia mengetahui bahwa dia mempunyai Tuhan yang akan mengampuni dosa atau akan menghukum karena dosa itu. Kemudian orang itu mengulangi perbuatan dosa, lalu berdoa lagi: Wahai Tuhan-ku, ampunilah dosaku. Allah Taala berfirman: Hamba-Ku telah berbuat dosa dan dia mengetahui bahwa dia mempunyai Tuhan yang akan mengampuni dosa atau menyiksa karena dosa itu. Kemudian orang itu melakukan dosa lagi, lalu berdoa: Wahai Tuhanku, ampunilah dosaku. Allah Taala berfirman: Hamba-Ku telah berbuat dosa dan dia mengetahui bahwa dia mempunyai Tuhan yang akan mengampuni dosa atau menghukum karena dosa itu serta berbuatlah sesukamu, karena Aku benar-benar telah mengampunimu. Abdul A`la berkata: Aku tidak mengetahui apakah Allah berfirman "berbuatlah sesukamu" pada yang ketiga kali atau keempat kali. (Shahih Muslim No.4953)

Akan tetapi, walaupun Allah SWT. akan mengampuni setiap dosa kita, bukan berarti kita untuk senantiasa berbuat dosa dan kemudian memohon ampun. Alangkah baiknya jika kita menjauhi dosa-dosa. karena umur kita tidak menentu, bisa saja kita mati dalam detik ini, ataupun nanti. takut-takutnya ketika melakukan dosa kita akan mati sebelum mengucapkan ampunan dengan sungguh-sungguh atau terjerumus kepada dosa yang tidak diampuni oleh Allah SWT. Karena diantara berbagai dosa, ada dosa yang tidak diampuni oleh Allah SWT. yaitu dosa menyekutukan Allah. Seperti halnya menyembah berhala dan lain-lain sebagainya.

Para pembaca yang budiman,
Bagaimana jika suatu dosa yang tidak sengaja kita lakukan, atau bahkan keliru atau juga karena dipaksa, apakah kita juga akan mendapat dosa? Karena kesalahan bisa saja kita lakukan tanpa kita menyadarinya. Dan kekeliruan adalah kodrat manusia sebagai hamba yang lemah serta paksaan merupakan sesuatu yang dianggap tidak wajar. Maka Allah swt. akan mengampuni dosa-dosa orang tersebut. Sebagaimana sabda rasulullah saw.

Ibnu abbas ra. berkata bahwa rasulullah saw bersabda' sesungguhnya Allah SWT. mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan keliru ,lupa, dan karena dipaksa' (Hadist Hasan ini diriwayatkan oleh ibnu Majjah, Baihaqi dan lain-lain)

Karena, bukan tidak mungkin pada era sekarang ini. Bisa saja seseorang dipaksa untuk melakukan kemungkaran padahal orang yang bersangkutan adalah hamba Allah yang sangat taat dan takut akan dosa. Lantaran untuk menjaga keselamatan nyawa dan keterpaksaan maka dia melakukannya. Misalnya, seseorang dipaksa untuk mencuri padahal dia sangat anti dalam mencuri. Karena kalau dia tidak melakukannya akan dibunuh maka keterpaksaan ini tidak berdosa baginya. Bahkan ketika seseorang yang disuruh menyekutukan Allah padahal dalam hatinya masih beriman alias dia tetap mengakui keesaan Allah dan beriman kepada Allah, maka Allah akan mengampuninya karena Allah mengatahui segala isi hati dan segala yang tersembunyi.

Diantara Hamba-hamba Allah SWT. yang dianiaya untuk tidak beribadah kepada Allah. Ada suatu kisah di suatu negara, kami tidak menyebutkan nama negaranya. Orang-orang mukmin dan muslim dilarang melaksanakan shalat dan berpuasa. Akan tetapi mereka mencari jalan untuk tetap melaksanakan shalat yaitu dikamar kecil. Adapun yang demikian adalah kemudharatan yang akan diampuni oleh Allah SWT. karena dia tetap menjalankan amalnya lantaran takut azab Allah SWT. Namun sebaliknya dinegara kita Indonesia, dimana orang-orang bebas melaksanakn ibadah dimanapun dan kapapanpun, eh malah suka meninggalkan amal ibadahnya, adapun hal ini adalah karena tipisnya keimanan dan ketaqwaan serta hilangnya rasa takut kepada Allah SWT.

Selain itu, dosa-dosa yang kita lakukan akan terhapus dengan perbuatan-perbuatan ma’ruf atau perbuatan baik. pernah terjadi pada zaman Rasulullah SAW. Suatu kejadian seperti sabda Rasulullah berikut ini,

Dari ibnu mas'ud ra,  ia berkata ; ada seorang laki-laki mencium seorang wanita kemudia ia menghadap nabi saw dan menceritakan kepada beliau tentang apa yang telah ia kerjakan, kemudian turunlah firman Allah ta'ala; AQIMISH SHALATA THARAFAYIN NAHAARI WA ZULAFAN MINALLAILI INNAL HASANAATI YUDZIBNAS SAYYIATI (Dan dirikan lah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan malam, sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk,)  orang itu bertanya ; Wahai rasulullah apakah ini hanya untuk saya ? Beliau menjawab ; untuk semua umatku ((Hr Bukhari dan muslim).

Nah saudara-saudara, diantara banyak dosa, ada yang dinamakan dosa besar dan ada yang dinamakan dosa kecil, dalam haditsnya, Rasulullah SAW. Menjelaskan bahwa:

Tidak menjadi dosa besar sebuah dosa bila disertai dengan istighfar dan bukan dosa kecil lagi suatu perbuatan bila dilakukan terus menerus. (HR. Ath-Thabrani)

Artinya, dosa kecil yang kita lakukan, maka dosanya akan menumpuk bila sering dilakukan. Kita ibaratkan saja ketika seseorang mengangkut air dalam suatu bejana untuk suatu bak mandi. Jika baknya tidak bocor, otomatis baknya akan penuh bahkan akan limpah. Begitu juga dengan dosa kecil. Dosa akan menumpuk seiring tidak adanya permohonan ampun kepada Allah dan dilakukan terus menerus.

Ada banyak sekali dosa besar, diantaranya akan dijelaskan dalam hadits-hadits berikut ini:
Hadis riwayat Abdullah ra., ia berkata:
Aku bertanya kepada Rasulullah saw: Dosa apakah yang paling besar menurut Allah? Rasulullah saw. bersabda: Engkau membuat sekutu bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu. Aku berkata: Sungguh, dosa demikian memang besar. Kemudian apa lagi? Beliau menjawab: Engkau membunuh anakmu karena takut miskin. Aku tanya lagi: Kemudian apa? Rasulullah saw. menjawab: Engkau berzina dengan istri tetanggamu. (Shahih Muslim No.124)

Dalam Hadis lain yang diriwayat Abdurrahman bin Abu Bakrah ra., ia berkata:
Kami sedang berada di dekat Rasulullah saw. ketika beliau bersabda: Tidak inginkah kalian kuberitahu tentang dosa-dosa besar yang paling besar? (beliau mengulangi pertanyaan itu tiga kali) yaitu; menyekutukan Allah, mendurhakai kedua orang tua dan persaksian palsu. Semula Rasulullah saw. bersandar, lalu duduk. Beliau terus mengulangi sabdanya itu, sehingga kami membatin: Mudah-mudahan beliau diam. (Shahih Muslim No.126)

Dalam Hadis yang diriwayat Anas ra.:
Dari Nabi saw. tentang dosa-dosa besar, beliau bersabda: Menyekutukan Allah, mendurhakai kedua orang tua, membunuh manusia dan persaksian palsu. (Shahih Muslim No.127)

Dan dalam Hadis yang diriwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Jauhilah tujuh hal yang merusak. Ada yang bertanya: Ya Rasulullah, apa tujuh hal itu? Rasulullah saw. bersabda: Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, makan harta anak yatim, makan riba, lari dari medan pertempuran dan menuduh berzina wanita-wanita yang terjaga (dari berzina) yang lalai dan beriman. (Shahih Muslim No.129)

Serta Hadis yang diriwayat Abdullah bin Amru bin Ash ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Di antara dosa-dosa besar, yaitu memaki kedua orang tua. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang dapat memaki kedua orang tuanya? Rasulullah saw. menjawab: Dia memaki bapak orang lain, lalu orang lain itu memaki bapaknya. Dia memaki ibu orang lain, lalu orang lain itu memaki ibunya. (Shahih Muslim No.130)

Maka dapat kita simpulkan beberapa orang yang termasuk kedalam golongan yang melakuakan dosa besar.
1.    Orang musyrik atau menyekutukan Allah
2.    Mendurhakai kedua orang tua
3.    Orang yang membunuh anak karena takut miskin atau semacamnya atau membunuh jiwa yang  diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar
4.    Berzina dengan istri atau perempuan yang tidak halal baginya
5.    Bersaksi atas kesaksian palsu
6.    Pemakan harta anak yatim
7.    Pemakan riba
8.    Lari dari medan perang
9.    Menuduh wanita baik melakukan zina
10.   Dan lain-lain sebagainya.

Baca : Macam-macam dosa besar dan Azab bagi pelakunya

Semoga cerahan hari ini dapat memberi manfaat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. aamiin aamiin ya rabbal ‘alamin.

0 Response to "Ampunan Allah SWT. Sungguh Sangat Luas"

Post a Comment