Anak Yatim Dan Menyantuninya Dengan Baik

Anak yatim, Kita yakini bahwa tidak ada orang didunia ini yang tidak kenal dengan yang namanya anak yatim. Yaitu anak-anak yang telah kehilangan ayahnya baik masih dalam kandungan hingga dia dewasa (sampai umur). Apakah semua orang yang kehilangan ayah adalah anak yatim? Tidak, mereka hanya yang dibawah umur dan merekalah yang wajib  kita santuni. Jika sekira yang sudah baligh pun ikut kita santuni maka sungguh sangat banyak anak yatim didunia ini, bahkan kebanyakan orang sudah menjadi yatim dalam usianya yang sudah beranak-cucu. Dalam hal ini, hanya anak yatim yang dimaksud adalah anak yatim dibawah umur.
Sebagaimana sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hanifah

Tidak disebut lagi anak yatim bila sudah baligh. (HR. Abu Hanifah)

Anak Yatim Dan Menyantuninya Dengan Baik, anak yatim piatu, doa anak yatim, rumah yatim
Artian baligh (sampai umur) banyak perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Untuk lebih detilnya silahkan sahabt beriman membaca cerahan kami tentang usia baligh laki-laki dan perempuan. Karena tidak bisa kita jelaskan recara singkat saja.

Baca Usia baliq (sampai umur) laki-laki dan perempuan

Kaum muslimin yang berbahagia
Kita sangat dianjurkan untuk menyantuni anak yatim baik itu yatim laki-laki mauhupun perempuan. Tidak terkecuali mereka itu adalah sanak family atau bukan, namun santunan untuk mereka tetaplah berlaku.

Mengapa anak yatim harus diperhatiakan? Mari kita gambarkan, coba bayangkan seseorang yang memiliki ayah, setiap hal yang diinginkan bisa saja melaporkan kepada ayahnya untuk dibelikan sedangkan anak yatim kepada siapa? Bahkan mungkin ibu hanya orang yang tak berpunya. Selain itu, anak-anak adalah jiwa yang masih sangat membutuhkan belaian sang ayah untuk memotivasi dan menyemangati hidupnya seperti anak lain yang memiliki ayah. Dan juga berbagi tawa bersama dengan anggota keluarga. Ayah sebagai tulang punggung keluarga secara otomatis adalah sumber nafkah untuk mereka. Bayangkan saja jika mereka sudah tiada. Banyak hal lain yang menjelaskan mengapa anak yatim perlu disantuni seperti sabda Nabi berikut ini,

Dari Sahl bin Sa'ad r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:"Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam syurga seperti ini." Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya dan merenggangkan antara keduanya itu." (Riwayat Bukhari)

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:"Pemelihara anak yatim, baik miliknya sendiri atau milik lainnya, saya - Nabi s.a.w. - dan ia adalah seperti kedua jari ini di dalam syurga." Yang merawikan Hadis ini yakni Malik bin Anas mengisyaratkan dengan menggunakan jari telunjuk serta jari tengahnya. (Riwayat Muslim)

sangat jelas dua hadits diatas mengisyaratkan bahwa memelihara atau menyantuni anak yatim itu sangat dianjurkan. Sungguh sangat sulit untuk berada dalam surga apalagi dekat dengan Rasulullah SAW..Kedekatan Rasulullah bersama pengasuh anak yatim adalah sebagai ganjaran atas amal baik mereka. Karena sangat jarang manusia di dunia ini yang mahu mengasuh anak yatim apalagi dengan ketulusan.

Bagaimana jika seorang anak yatim itu kaya, apakah kita masih wajib menyantuninya? Ya, tidak ada yang membedakan antara yang miskin dan yang kaya kecuali semuanya adalah wajib untuk kita santuni. Bagimana hartanya yang berlimpah, apakah anak yatim wajib mengeluarkan zakat? Memang pada dasarnya semua harta yang sampai nisab dan memenuhi ketentuan syara' wajib kita keluarkan zakatnya. Mengenai harta anak yatim, ada baiknya kita simak sabda nabi SAW. Berikut ini:

Harta-benda anak yatim tidak terkena zakat sampai dia baligh. (HR. Abu Ya'la dan Abu Hanifah)

Dalam hadits ini juga dijelaskan tentang balighnya seorang anak yatim, karena seorang anak yatim tidak dikatakan lagi anak yatim apabila sudah baligh atau sampai umurnya (Sahabat bisa baca kembali hadits yang teratas). Jadi dapat kita simpulkan bahwa, harta anak yatim tidak wajib untuk dikeluarkan zakatnya hingga ia sampi umur atau baligh. Namun, apabila si yatim berniat berzakat, maka boleh-boleh saja. Tidak ada larangan baginya karena itu adalah sebuah kebajikan. Yang harus di camkan sekali lagi bahwa tidak wajib zakat bagi anak yatim.

Para pembacaa yang kami hormati,
Mari kita simak firman Allah berikut ini:

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْيَتَٰمَىٰ ۖ قُلْ إِصْلَاحٌۭ لَّهُمْ خَيْرٌۭ ۖ وَإِن تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَٰنُكُمْ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ ٱلْمُفْسِدَ مِنَ ٱلْمُصْلِحِ 
Dan mereka sama menanyakan tentang anak-anak yatim. Katakanlah: "Berbuat baik kepada mereka itu adalah yang terbaik dan jikalau engkau semua bergaul baik-baik dengan mereka, maka mereka itupun saudara-saudaramu dan Allah mengetahui siapa orang yang membuat kerusakan dari orang yang berbuat kebaikan." (al-Baqarah: 220)
Tidak ada pengecualian dalam Firman Allah ini, semua anak yatim adalah tetap namanya anak yatim baik kaya ataupun miskin. Allah swt menganjurkan kita untuk berbuat baik kepada mereka. Ayat ini menandakan bahwa semua yang memiliki kemampuan baik fisik mauhupun mental wajib menyantuni anak yatim.

Apalagi bagi anak yatim-piatu, yang mana mereka sudah tidak memiliki ayah dan diikuti oleh ibu yang juga menghadap Ilahi. Tidak ada tempat mereka mengadu kasih sayang. Ketika anak lain yang mereka lihat memiliki ayah dan ibu tempat mereka berbagi senyuman, ketika itu mereka mencucurkan air mata. Bayangkang betapa sedihnya kehidupan mereka. Oleh sebab itu marilah kita bersama-sama dan berduyun-duyun untuk menyantuni anak yatim. Mereka adalah orang yang membutuhkan kasih sayang kita, belas kasihan kita.

Dan juga tidak boleh kita memebentak-bentak anak yatim, sebagaimana Allah swt melarangnya
Allah Ta'ala berfirman lagi: "Maka terhadap anak yatim, janganlah engkau bersikap kasar (sewenang-wenang)(ad-Dhuha: 9)

Apalagi sampai membuat dia menangis alias sedih, sungguh sangat dilarang. harus kita ketahui bahwa sesungguhnya yang menghardik anak yatim adalah orang yang termasuk kedalam golongan pendusta (musuh) agama. Sebagaimana firman Allah swt. dalam surat Al-Maun

أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ فَذَٰلِكَ ٱلَّذِى يَدُعُّ ٱلْيَتِيمَ
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim (surat al-maun ayat 1-2)

Nah, saudaraku yang seiman seagama. Bayangkan, menghardik (berkata-kata kasar) saja sudah termasuk orang pendusta alias musuh agama apalagi menzaliminya dan menganiaya anak yatim. Saudara bisa merenungkan. Sungguh sangat banyak larangan untuk menganiayaa anak yatim. Nanti akan kita jelaskan dalam topik azab bagi orang yang menganiaya anak yatim.
Masyari'al muslimin rahimakumullah
Allah Ta'ala juga berfirman: "Dan janganlah engkau mendekat kepada harta-harta anak yatim, melainkan dengan cara penggunaan yang lebih baik -seperti menjaga dan memperkembangkannya-." (al-An'am: 152)

Kewajiban kita untuk menyantuni bukan memakan harta mereka. Mereka yang sudah menimpa kesedihan jangan kita menambah dengan memakan harta mereka. Jangan sampai kita termasuk kepada orang yang terkena azab nanti dihari kiamat.

Allah menyebut kata “YATIM” dalam Al-Qurán sebanyak 23 kali. Diantaranya adalah dalam menyantuni anak yatim dengan baik. Karena itu sudah sepantasnya kita perlakukan anak yatim dengan baik, karena hal ini akan menjadikan salah satu kewajiban seorang muslim. Salah satu kemuliaan anak yatim adalah mereka memiliki DOA Mustajab. Banyak kisah-kisah anak yatim tentang doanya yang mustajab.

Saudaraku seiman, sekiranya sekian saja pencerahannya. Mungkin akan kita sambung dengan topik lain dilain waktu. Semoga bagi kita yang masih punya ayah dan ibu, untuk senantiasa berbakti kepada mereka. Semoga Allah swt selalu menuntun kita kejalan yang benar, aamiin aamiin ya rabbal alamiin

0 Response to "Anak Yatim Dan Menyantuninya Dengan Baik"

Post a Comment