Nabi Adam Sebagai Asal Mula dan Nenek Moyang Umat Manusia

Seiring dengan perjalanan waktu dan pergantian antara siang dan malam, pergantian tahun dengan windu, serta dekade dengan abad umat manusia semakin bertambah dan terus bertambah. Hamba-hamba Allah yang telah Allah ciptakan tersebut memiliki variasi dan keunikan masing-masing. Tidak hanya putih, Allah juga mencipatakan yang hitam. Tidak hanya pendek Allah juga menciptakan yang tinggi. Tidak hanya pandir Allah juga menciptakan yang cerdas. Tapi percayalah, semua orang memiliki keunikan masing-masing. Dan tidak ada suatu kaum yang lebih mulia disisi Allah selain orang yang bertaqwa.

Nabi Adam Sebagai Asal Mula dan Nenek Moyang Umat Manusia, dan manusia pertama di bumi

Adapun dari sekian banyaknya umat manusia, dari berbagai golongan, dari berbagai suku dan adat istiadat yang berbeda yang namun asal mula manusia adalah pada nabi Adam as. Beliaulah manusia pertama di bumi Allah ini sekaligus nabi pertama yang diutus oleh Allah SWT..  sehingga dari keturunan beliaulah hingga menjadi jutaan bahkan milyaran manusia di muka bumi ini. Baik manusia itu berkulit hitam atau pun putih, baik berparas tampan atau kurang. Karena itu semua adalah karunia Allah swt. yang dianugrahkan kepada kita.

Namun demikian, tidak sedikit pula sebagian orang yang berpendapat bahwa manusia berasal dari golongan yang hina yaitu kera. Bagaimana bisa mereka berfikir demikian padahal Allah SWT. sudah berfirman dalam Al Quran dan kitab-kitab sebelumnya bahwa seluruh ummat manusia adalah berasal dari nabi Adam AS. Allah telah memuliakan  manusia sebagai keturunan nabi yang mulia sebagai bukti bahwa manusia adalah makhluk yang lebih sempurna dari makhluk lain. Banyak kalangan yang berbantah-bantahan tentang asal mula ummat manusia. Namun jika mereka bersikukuh pada pendapatnya. Katakan saja bahwa “kami berasal dari nabi Adam dan anda terserah berasal dari mana.” Karena kita tidak akan mendustakan ayat-ayat Allah yang memeberitakan tentang kehadiran nabi Adam sebagai manusia pertama dan merupakan nenek moyang seluruh umat manusia.

Pada mulanya, nabi Adam tinggal disurga bersama dengan istrinya Siti Hawa. Namun mereka berdua mendapat bujukan dan rayuan iblis untuk memakan buah khuldi. Sehingga dengan sebab inilah Adam diturunkan oleh Allah ke bumi. Kedengkian iblis muncul karena menganggap nabi Adam sebagai penyebab mereka keluar dari surga Allah. Mereka membangkan untuk tidak bersujud kepada Adam karena mereka menganggap dirinya lebih mulia karena diciptakan  dari api sedangkan nabi Adam dari tanah, oleh sebab itu Allah mengusir mereka dari surga. Dan mereka memohon kepada Allah supaya mampu untuk menggoda anak-anak adam.

Baca Juga : Penyebab shalat tidak kusyu' dan mengapa setan selalu mengganggu kita

Allah menciptakan nabi Adam setinggi Enam puluh hasta, maka setiap orang nantinya akan memasuki surga dengan tinggi enam puluh hasta pula. Nah, walaupun nabi adam memiliki tinggi enam puluh hasta, namun tinggi tersebut akan terus berkurang (yaitu semasa di dunia). Dan jelas kita lihat pada masa sekarang ini, tinggi umat manusia semakin berkurang. Dan semua ini telah dijelaskan oleh rasulullah SAW. Dalam haditsnya.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Allah menciptakan Adam dalam bentuknya setinggi enam puluh hasta. Setelah menciptakannya, Allah berkata: Pergilah dan ucapkanlah salam kepada kelompok itu, yaitu beberapa malaikat yang sedang duduk, dan dengarkanlah apakah jawaban mereka karena itulah ucapan selamat untukmu dan keturunanmu. Maka Adam pergi menghampiri lalu mengucapkan: "Semoga keselamatan menyertai kalian". Mereka menjawab: "Semoga keselamatan dan rahmat Allah menyertai kalian". Mereka menambahkan "rahmat Allah". Maka setiap orang yang memasuki surga itu seperti bentuk Adam yang tingginya enam puluh hasta. Seluruh makhluk setelah Adam terus berkurang tingginya sampai sekarang
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 5075

Dalam petumbuhan kehidupan nabi Adam AS dan Siti Hawa. Mereka melahirkan Anak-anaknya yang setiap kali lahir adalah kembar dengan berpasangan. Maka Allah swt. memerintahkan kepada nabi Adam untuk mengawinkan silang antara keduanya. Artinya untuk tidak menikahkan yang lahirnya bersamaan. Namun demikian terjadilah konflik. Seorang anak nabi Adam (Qabil) tidak sudi dinikahkan dengan persilangan karena yang kembarannya (Iqlima) mememiliki kecantikan lebih dibandingkan dengan yang akan dinikahkan dengannya. Dia ingin menikah dengan saudara kembaranya namun nabi Adam membuat peraturan untuk menikah silang sebagaimana perintah Allah SWT. berdasarkan wahyu dari Allah, nabi Adam AS. Memerintahkan keduanya (Qabil dan Habil) untuk berqurban, siapa yang diterima qurbannya maka dialah yang berhak menikahi saudara qabil yaitu Iqlima.

Qabil adalah petani, dia berkurban seikat gandum yang jelek dari tanamannya. Dia tidak peduli qurbannnya akan diterima atau tidak, karena rasa sombong dan dengki yang sudah menguasai.

Sedangkan Habil adalah seorang peternak kambing, dia memilih kambing yang muda lagi gemuk. Karena dia berkeinginan agar qurbannya diterima disisi Allah SWT. Setelah qurban keduanya dipersembahkan, Allah menurunkan api warna putih dan dengan izin Allah api putih itu membawa qurban  Habil (sebagai tanda bahwa qurbannya diterima) dan meninggalkan qurban Qabil

Kemudian karena qurbannya tidak diterima, dia berencana untuk membunuh saudaranya yang akan menikah dengan saudara kembarnya agar dia bisa menikah dengannya. Sihabil yang menegatahui Qabil ingin membunuhnya tidak memberontak atau tidak melawan. Karena dia takut apabila dia melawan pasti dia akan berencana membunuh saudaranya dan dia takut akan azab Allah Maka terjadilah pembunuhan terhadap saudaranya dan sekaligus inilah pembunuhan yang pertama sekali terjadi dikalangan umat manusia dan di muka bumi sebagai keturunan nabi Adam. Karena kebingungan mahu dibawa kemana mayit saudaranya Habil, kemudian dilihatlah burung gagak yang mengubur kerabatnya yang mati. Dari situlah muncul inspirasinya untuk mengubur saudaranya ini. dan inilah kronologi pembunuhan pertama yang dilakukan anak nabi Adam si Qabil
Maka tidak heran, mengapa sekarang marak sekali terjadi pembunuhan. Kesadisan pembunuhan sekarang ini banyak meliputi berbagai hal, mulai dianiaya, dimutilasi, dikubur hidup-hidup bahkan orang tuanya sendiri dibunuh, astaghfirullahal’adhiim. Ternyata perbuatan tercela itu sudah dimulai sejak baru-baru nabi Adam turun ke bumi, maka kejadian sekarang adalah sesuai dengan firman Allah SWT, berikut ini,

وَقُلْنَا ٱهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّۭ ۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّۭ وَمَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينٍۢ

Kami berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan". (QS. Al Baqarah ayat 36)

Sebagai orang yang pertama membunuh, putra nabi Adam akan ikut merasakan dosa atas apa yang dilakukan oleh umat manusia sekarang ini, sebagaimana sabda nabi berikut ini,

Hadis riwayat Abdullah bin Mas`ud ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada satu jiwa pun yang dibunuh karena kezaliman kecuali putra Adam pertama (yang membunuh) akan menanggung sebagian dari dosa pembunuhannya karena dialah orang pertama yang melakukan pembunuhan .

Rasulullah juga bersabda,
Barang siapa yng memulai suatu perkara baik (yang disyariatkan) maka baginya pahalannyua dan pahala yng mengikutinya sampai terjadinya hari kiamat. Dan barang siapa yang memulai perkara jelek maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya sampai terjadi hari kiamat. (hr. Muslim)
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 3177

Walau dosa yang membunuh akan ditanggung sebagian oleh putra nabi Adam yang pertama sekali membunuh, tidak berati bahwa kita boleh untuk membunuh. Karena sesungguhnya membunuh merupakan dosa besar dan hukumannya adalah darah balas dengan darah. Artinya jika membunuh orang lain maka orang yang membunuh harus diqishash (dibunuh pula). Seperti  firman Allah dan sabda Nabi berikut ini,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِصَاصُ فِى ٱلْقَتْلَى 
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh (QS. Al Baqarah ayat 178)

Baca juga Macam-macam dosa besar dan azab bagi pelakunya

Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak halal membunuh seorang muslim kecuali salah satu dari tiga hal: Orang yang telah kawin yang berzina, ia dirajam; orang yang membunuh orang Islam dengan sengaja, ia dibunuh; dan orang yang keluar dari agama Islam lalu memerangi Allah dan Rasul-Nya, ia dibunuh atau disalib atau dibuang jauh dari negerinya." Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i. Hadits shahih menurut Hakim.
Salah satu orang yang halal darahnya adalah orang yang suka membunuh sesama islam. Yaitu orang-orang yang membunuh dengan sengaja atau bahkan sudah direncanakan. Kecuali sanak family atau keluarga ikhlas dan memaafkan sipembunuh.

Banyak orang yang menyealahkan nabi Adam tentang diusirnya beliau dari surga. Karena seandainya beliau tidak keluar dari surga, otomoatis kita semua juga berada dalam surga. Dengan berbagai macam kenikamatan dan makanan yang berlimpah-ruah dan lain sebagainya. Namun, tidak sedikit pula yang menegerti bahwa itu bukanlah kesalahan nabi Adam karena semuanya sudah diatur oleh Allah SWT. sesungguhnya Allah Maha Lebih Mengetahui. Kita sebagai hamba yang lemah sepatutnya bersyukur bahwa dengan diutusnya nabi Adam maka kita termasuk umat Rasul Mustafa Muhammad SAW., yang mana umat nabi Muhammad adalah sebaik-baiknya umat dibandingkan dengan umat nabi yang lain.

Pernah suatu ketika Nabi Musa berdebat dengan nabi Adam tentang diutusnya beliau ke dunia, untuk lebih jelasnya mari kita simak hadits berikut ini,

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Pernah Adam dan Musa saling berdebat. Kata Musa: Wahai Adam, kamu adalah nenek moyang kami, kamu telah mengecewakan harapan kami dan mengeluarkan kami dari surga. Adam menjawab: Kamu Musa, Allah telah memilihmu untuk diajak berbicara dengan kalam-Nya dan Allah telah menuliskan untukmu dengan tangan-Nya. Apakah kamu akan menyalahkan aku karena suatu perkara yang telah Allah tentukan empat puluh tahun sebelum Dia menciptakan aku? Nabi saw. bersabda: Akhirnya Adam menang berdebat dengan Musa, akhirnya Adam menang berdebat dengan Musa
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 4793

Dengan jawaban yang luar biasa nabi Adam As. Menjawab dengan tangkas terhadap pernyataan Nabi Musa AS.. sehingga Nabi Musa sadari bahwa semua itu adalah takdir Allah SWT. yang tidak bisa diotak-atik oleh siapapun.  Oleh sebab itu, rajin-rajinlah kita beribadah kepada Allah semoga kita pulang dengan husnul qatimah dan mendapat surga Allah SWT.. karena sesungguhnya dunia ini akan hancur. Dan jalan keselamatan adalah beriman kepada Allah melalui jalan Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

 Artikel terkait: Penciptaan manusia dan penentuan takdir sejak di dalam kandungan ibu

Tidak ada kata yang dapat kita ucapkan selain kata syukur kepada Allah atas nikmat Iman dan nikmat Islam yang telah dianugrahkan Allah kepada kita. Aamiin aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

2 Responses to "Nabi Adam Sebagai Asal Mula dan Nenek Moyang Umat Manusia"

  1. apabila nabi adam dan siti hawa tidak turun ke bumi sudah tentu kita tidak akan ada.
    saat nabi Adam dan siti hawa di surga hanya ada kenikmatan dan tidak ada kesusahan seperti melahirkan dan sebagainya.

    ReplyDelete