Usia Baliq (sampai Umur/ Dewasa) Laki-Laki dan Perempuan/ Wanita

Banyak terjadi perbedaan dalam hal baliq atau sampi umur. Jangankan dari golongan laki-laki dan perempuan, antara perempuan saja banyak terjadi perbedaan. Dalam hal ini, seorang anak perempuan sudah dikategorikan baliq apabila sudah mengalami haid atau datang bulan. Yang belum mengerti datang bulan dilain waktu akan kita bahas topik tentang datang bulan secara merinci pada wanita (sudah pasti pada wanita, mana mungkin laki-laki datang bulan).

Perkara datang bulan, mungkin setiap perempuan berbeda-beda, karena itu semua tergantung pada tingkat kesuburan si wanita tersebut. Ada yang datang bulan pada usia 10, 11, 12, 13 atau seterusnya. Nah, bagaimana jika bulannya tidak kunjung datang padahal umur sudah 15 tahun? Apakah wanita itu belum baligh? Oh tidak, (itu bisa saja penyakit, lebih baik segera konsultasi ke dokter.) Apabila seorang wanita sudah usianya lebih dari 15 tahun maka dia sudah dikategorikan baligh.

Selain sudah mencapai 15 tahun, apabila seorang wanita sudah menegerti hal-hal kecil (mungkin anda paham maksud kami), yang mana hal ini belum bisa difikirkan oleh anak kecil dan ini merupakan pokok-pokok orang dewasa, maka mereka bisa saja masuk usia baliq walaupun belum haid. Bisa saja orang atau wanita tersebut seperti yang kita katakan diatas tadi, penyakit yang ada padanya. Namun apabila setelah diperiksa ternyata tidak ada gangguan apaapun, coba tanyakan kejelasannya kepada mu’alim-mu’alim (orang yang mengetahui tentang agama) terdekat.

Kemudian dari pada itu, beralih kepada tanda baliq bagi laki-laki. Kebanyak laki-laki mengalami hal yang sama saat baliq, yaitu mengalami mimpi basah. Mimpi basah bukanlah mimpi basah yang dimaksudkan seperti anak kecil. Dalam artian, mimpi basah yang dialami  anak kecil adalah mereka kencing (ngompol) waktu tidur. Dan pada dasarnya mereka bukan lah mimpi basah melainkan mimpi kencing atau memang hakikatnya anak kecil (kebanyakan).

Usia Baliq (samapai Umur/ Dewasa) Laki-Laki dan Perempuan, haid, mandi junub, tanda dewasa
Sedikit akan kita jelaskan tentang mimpi basah. Mimpi basah adalah mimpi yang dialami oleh seseorang laki-laki baik yang akan beranjak dewasa (baliq) mahupun yang sudah dewasa (baliq) tentang berhubungan intim dengan pria dan wanita sehingga menyebabkan maninya keluar. Dikatakan dengan ungkapan ‘akan’ karena dia adalah calon dewasa selanjutnya, dan dalam hal ini dia juga sudah dihitung sebagi orang baliq. Dalam istilah lain, mimpi basah sering digunakan istilah mimpi naik pesawat. Tidak dimengerti mengapa menggunakan istilah ini, bisa saja untuk memperhalus kata-kata atau membuat perkataan lebih sopan.

Sama kasusnya dengan perempuan, yang mana apabila seorang laki-laki yang belum mengalami mimpi basah dan umurnya sudah mencapai 15 tahun maka mereka juga dikategorikan baliq. Biasanya perkembangan mental atau pertumbuhan mentalnya yang minim sehingga susah untuk mengalami hal demikian. Namun demikian hal yang seperti ini adalah jarang terjadi, bahkan  rata-rata dari kaum laki-laki yang pernah kami survei mengalami masa baliqnya dibawah umur 15 tahun atau sekitar 15 tahun.

Tambahan yang sangat perlu untuk ditegaskan bahwa, bagi setiap orang wanita yang mengalami haid atau laki-laki yang mengalami mimpi basah, WAJIB hukumnya untuk mandi. Bagi wanita mandinya adalah ketika haidnya sudah selesai (masa haid wanita bisa saja berbeda-beda, akan kita jelaskan dalam pembahasan lain) sedangkan laki-laki adalah waktu pagi sebelum mengerjakan shalat subuh (karena kebanyakan mimpi basah terjadi pada malam, terkadang juga terjadi pada siang hari). Mandi wajib/ mandi junub bukanlah seperti mandi biasa kita sehari hari yang memada walaupun hanya memakai sabun colek sekalipun. Akan tetapi, mandi wajib/ mandi junub harus dilengkapi dengan niatnya yang sesuai dengan tuntunan syara’. Sahabat beriman bisa menemukan doa-doa untuk mandi wajib dalam kita KIFAYATULGHULAM atau dalam kitab/buku agama lainnya. 

Meskipun sudah menggunakan sabun yang harganya milyaran rupiah, jika sahabat tidak berniat untuk mandi sesuai tuntunan syara’, maka mandi sahabat tidak sah. Akan tetapi, sebaliknya meskipun sahabat beriman tidak menggunakan sabun untuk mandi wajib/ mandi junub, namun jika sahabat berniat dengan benar maka sumua akan baik-baik saja. Tidak sampai disini saja wahai sahabat, perlu juga diperhatikan mengenai tata cara mandi wajib dengan benar. Yaitu dengan membasuh setiap anggota tubuh yang terbuka dan membasuh kedalam rangga-rongga tubuh yang terbuka, seperti telinga, hidung dan lain sebagainya. Maka siramlah air ke seluruh tubuh secara merata tanpa tertinggal satu anggota yang tidak basah dari air. Insya Allah mandi sahabat sudah benar. Jika sahabat masih merasa bingung tentang tatacara mandi wajib, sahabat bisa tanyakan kepada mu’alim-mu’alim terdekat atau dalam majelis ta’lim dalam masyarakat.

Point selanjutnya yang juga perlu diketahui bahwa, apabila seorang anak laki-laki yang bermimpi bersetubuh atau bermimpi melakukan hubungan intim namun tidak mengeluarkan mani, maka baginya itu tidak wajib mandi.

Artikel terkait: Mengapa wajib berwudhu untuk shalat setelah mandi wajib

Demikian saja pencerahan tentang waktu baligh (sampai umur) laki-laki dan perempuan, semoga diberi berkah oleh Allah SWT. dan mendapat ampunan setiap dosa. aamiin aamiin ya rabbal ‘alamin.

0 Response to "Usia Baliq (sampai Umur/ Dewasa) Laki-Laki dan Perempuan/ Wanita"

Post a Comment