Monday, 16 May 2016

Bersyukur atas Nikmat Allah Adalah Jalan Menuju Kebahagian yang Hakiki

Syukur akan nikmat Allah adalah suatu bukti akan ketaqwaan dan keimanan seseorang. Karena tidak banyak dari sekian milyar jasad manusia yang tersebar diseluruh penjuru dunia ini, baik yang sudah meninggal dunia atau yang masih menghembuskan nafas tidak bersyukur atas nikmat yang Allah limpaahkan kepadanya. Mereka menganggap nikmat-nikmat yang mereka dapatkan adalah sesatu yang pantas untuk mereka miliki. Mereka menganggap itu semua adalah hasil dari jerih payah mereka sendiri tanpa campur tangan sang Khaliq. Ada juga yang sebagian memang sadar akan nikmat Allah tersebut, namun harta kekayaan yang dia miliki menjadikan hatinya buta untuk bersyukur atas nikamat Alllah SWT.. Ada juga yang sebagian yang jangankan untuk bersyukur malah mereka mendustakan ayat-ayat Allah SWT..

Sungguh sangat banyak nikmat dan kurunia yang Allah anugrahkan kepada kita maka sudah sepantasnya kita bersyukur kepada-Nya. Dari mulai hal yang kecil hingga hal yang besar. Kita contohkan saja udara yang kita hirup setiap detiknya. Coba kita hargakan berapa harga oksigen yang dijual dirumah sakit. Hitunglah berapa oksigen yang kita habiskan sehari dan berapa rupiah uang yang harus kita keluarkan tiap detiknya. Sewaktu kita dirawat dirumah sakit saja kita sudah mengeluh dengan banyaknya bayaran terhadap supply oksiogen yang kita pakai. Coba bayangkan berapa liter oksigen yang kita pakai selama sebulan, setahun dan seumur hidup, apakah Allah pernah meminta tagihan rakening oksigen?. Contoh lain adalah darah yang mengalir dalam tubuh kita. Dari aliran darah Allah menyalurkan oksigen yang kita hirup keseluruh tubuh untuk proses pembakaran didalam tubuh kita. Peredaran itu terus berlangsung dalam tubuh selama jantung masih memompa darah kita. Selain itu, ginjal yang juga berfungsi sebagai pencuci darah yang kotor memiliki peran aktif dalam hidup. Coba perhitungkan berapa rupiah yang kita keluarkan untuk mencuci darah bagi orang yang ginjalnya tidak berfungsi lagi (gagal ginjal). Banyak bukan? Atapi apakah Allah pernah meminta kita membayar tagihan pencucian darah untuk setiap detik dan menit serta jam dalam hidup ini? Pernahkah Allah meminta bayaran berupa rupiah ataupun dolar untuk setiap nikmat-Nya? Sesungguhnya Allah SWT. hanya meminta kepada kita untuk bersyukur, hanya bersyukyur atas apa yang Allah anugrahkan kepada kita semua. Syukur atas kesehatan badan, syukur atas rezki yang berlimpah, syukur atas rumah yang mewah, syukur atas cinta yang masih tersemat didalam hati kita. Memang sangat banyak sekali nikmat Allah dalam hidup ini, bahkan tidak terhitung seberapa banyak nikmat Allah SWT. bahkan tidak cukup umur seumur hidup untuk mnghitung nikmat Allah tersebut, sebagai mana firman Allah SWT.

syukur nikmat allah, bersyukur kepada allah,bersyukur atas nikmat kepada Allah
 
وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ
 Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. (Qs. An Nahl 18)

Tidak terhitung seberapa banyak nikmat yang telah Allah berikan, baik itu berupa makannan, minuman, udara kesehatan dan lain sebagainya, tapi apakah pernah kita bersyukur kepada Allah? Apakah pernah kita memuji Allah atas nikmat yang Allah anugrahkan. Sepanjang waktu dari sekian umur yang telah kita jalani apakah pernah kita mendapatkan nikmat dari selain Allah? Apakah pernah walau hanya secuil dari kenikmatan dunia ini kita dapatkan dari selain Allah. Rasanya tidak mungkin, karena semuanya di langit dan di bumi serta diantara keduanya adalah milik allah SWT. tanpa kecuali. Dari semenjak dalam kandungan Allah sudah memberikan nikmat-nikmatnya kepada kita dan ini berlangsung hingga kita menuju suatu liang dimana orang akan bersemayam disana setelah kematian yaitu liang lahat. Allah SWT berfirman dalam surat An Nahl ayat 78-81.

وَٱللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًۭٔا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُو وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنۢ بُيُوتِكُمْ سَكَنًۭا وَجَعَلَ لَكُم مِّن جُلُودِ ٱلْأَنْعَٰمِ بُيُوتًۭا تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ ۙ وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَآ أَثَٰثًۭا وَمَتَٰعًا إِلَىٰ حِينٍۢ وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ ظِلَٰلًۭا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلْجِبَالِ أَكْنَٰنًۭا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَٰبِيلَ تَقِيكُمُ ٱلْحَرَّ وَسَرَٰبِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas. tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman.  Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu). Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya). (An-nahl 78-81)

dan telah jelas bagi kita bahwa setiap apapun yang kita miliki hanya milik Allah dan semuanya Allah titipkan kepada kita. Baik yang terdapat ditubuh mahupun yang berada diluar tubuh. Mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, kaki untuk berjalan, tangan untuk menyentuh, lidah untuk berbicara dan merasa, rumah untuk bernaung, makanan untuk dimakan, minum untuk menghapus dahaga dan sebagainya. Tetapi apakah pernah kita bersyukur? Atau apakah pernah kita menggunakan nikma-Nya  dijalan yang benar?

Mensyukuri nikmat Allah bukanlah hanya sebatas ucapak ‘saya bersyukur’ tapi iplementasikan atau praktekkan dalam hidup kita. Segala presentasi ibadah dan praktek ketaatan merupakan bukti syukur kita kepada Allah SWT. dan begitulah cara kita untuk bersyukur. Allah SWT. tidak meminta banyak selain hanya kita bersyukur kepada-Nya dan tidak menyekutukannya. Sebenarnya syukur itu adalah suatu kewajiban yang hasilnya kepada kita juga sebagaimana firman Allah SWT.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌۭ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Qs. Ibrahim ayat 7)

kenikmatan-kenikmatan yang kita miliki akan dilipat gandakan oleh Allah SWT  sebagai akibat dari kita bersyukur tadi. Namun ketika kita engggan bersyukur atau kufur terhadap nikmat Allah maka tunggu lah Azab Allah SWT.. sesungguh ya Allah mempunyai banyak cara untuk menambah dan memusnahkan nikmat yang pernah Dia berikan. Allah SWT. memberikan keberkatan bagi hamba-hamba yang bersyukur. Juga Allah menambahkan harta dan rezki dari arah yang tidak diduga-duga serta kesehatan tubuh yang mendukung aktifitas sehari-hari dan masih banyak lainnya. Selain itu, Allah juga punya banyak cara untuk menhancurkan setiap tetes kenikmatan yang pernah Allah berikan bagi hamba-hamba yang kufur yaitu dengan cara menghilangkan keberkatan-keberkatan pada harta dan rezkinya, runtuhnya berbagai usaha karena kekufurannya, ditimpakan penyakit yang tak kunjung sembuh dan lain-lain sebagianya.

Adapun tujuan dan sasaran utama hidup di dunia adalah akhirat dan akhirat itu tentunya adalah menuju ke syurga. Nah, bagaimana caranya kita menuju syurga jika tidak bersyukur. Bagaimana caranya kita meraih kenikmatan-kenikmatan syurganya Allah jika Allah murka kepada kita? Sungguh hal yang mustahil. Sudah sepantasnya kita mencontoh sosok idaman dunia yang memegang tonggak persatuan dan kesatuan yang membawa agama yang benar serta merupakan sosok pemimpin sekaligus orang nomor satu di dunia ini yaitu Nabi Besar Mustafa Muhammad SAW.. satu sosok yang dijamin surga adalah miliknya tapi masih juga mengerjakan amalan-amalan shalih bagaikan orang yang baru taubat dari dosa.

Baca juga Nama-nama surga dan calon penghuniya berdasarkan amalan di dunia

Dari aisyah ra. ia berkata ; sesungguhnya Nabi SAW selalu bangun untuk mengerjakan salat malam  sampai kedua kakinya bengkak, Aisyah bertanya ; wahai Rasulullah mengapa engkau berbuat demikian , sedangkan Allah telah mengampuni semua dosamu baik yang telah lampau maupun yang akan datang ? ;Beliau menjawab 'apakah tidak sepantasnya jika aku menjadi seorang hamba yang selalu bersyukur (HR bukhari dan muslim).

Orang yang memiliki jaminan sepenuhnya masuk surga saja merendahkan diri dihadapan Allah SWT. dan selalu beribadah kepada Allah, kita yang bergelimang dengan dosa dan nista malah tidak tahu diri. Cita-cita meraih surga tapi bersyukurpun enggan, beribadahpun enggan. Dengan harta dilakukan maksiat bukan membelanjaklan kepada jalan yang benar. Sungguh ini adalah salah satu contoh makhluk-makhluk yang terburuk dimuka bumi.

Syukur yang merupakan kata lain dari terima kasih ini sangatlah penting dalam hidup kita. Sebenarnya, keuntungan dan faeda bersyukur itu menjuru kepada kita. Karena sesungguhnya walaupun kita tidak pernah bersyukur, Allah SWT. tidak akan pernah mendapatkan kerugian walau hanya sepersen. Meskipun kita tidak beribadah kepada Allah namun Allah tetaplah Tuhan semesta alam. Allah tidak berhajat kepada hamba-hamba untuk menjadi tuhan. Allah tetaplah tuhan sekalipun kita tidak menyembah-Nya. Namun, penyembahan kita lakukan kepada Allah sebagai bentuk rasa syukur kita atas nikmat yang banyak ini. Bahkan tubuh kita pun adalah milik Allah, maka pastas kita bersyukur kepada Allah SWT.. 

Syukur ini juga merupakan bagian dari keimanan. Yang mana orang yang berimanlah yang senantiasa bersyukur kepada Allah sebagi orang yang tahu diri. Rasulullah SAW. Bersabda,

Iman terbagi dua, separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur. (HR. Al-Baihaqi)

Sungguh banyak diantar tanda orang yang bersyukur, karena setiap amalan baik yang dilakukan sepenuh hati atau iklas adalah suatu bentuk dari syukur kepada Allah. Termasuk didalamnya bersedekah, Rasulullah bersabda mengenai sedekah,

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari selagi matahari masih terbit. Mendamaikan dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong orang hingga ia dapat naik kendaraan atau mengangkatkan barang bawaan ke atas kendaraannya merupakan sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, setiap langkah kaki yang engkau ayunkan menuju ke masjid adalah sedekah dan menyingkirkan aral (rintangan, ranting, paku, kayu, atau sesuatu yang mengganggu) dari jalan juga merupakan sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini sebagai perincian dari hadits ke-dua puluh lima. Bershadaqah adalah wujud dari mensyukuri nikmat. Seluruh anggota badan harus menunaikan syukur. Mensyukuri nikmat ada dua macam, wajib dan sunnah. Syukur yang wajib yaitu setiap hari menggunakan seluruh anggota badan untuk menunaikan kewajiban, dan tidak digunakan untuk yang haram. Syukur yang sunnah yaitu melaksanakan hal-hal yang sunnah setelah yang wajib. Syukur yang sunnah bisa diwakili hanya dengan mengerjakan sholat dhuha dua rakaat atau amalan sunat lainnya.

Selain sebagai orang yang bersedekah dan mengamalkan setiap amalan baik dengan anggota tubuhnya, banyak amalan lain yang juga merupakan salah satu contoh bersyukur. Seperti dalam hadits berikut ini,
Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan. (HR. Tirmidzi)

Dalam hadits lain, Nabi SAW. Juga bersabda,
Dari Annas ra.  ia berkata Rasulullah SAW. bersabda ; Sesungguhnya Allah sangat ridha kepada orang yang apabila makan ia memuji kepada-Nya  atau apabila minum ia memuji kepada-Nya  karena merasa telah mendapatkan rahmat (Hr Muslim)

Amalan syukur itu sungguh sangat banyak. Memang sebenarnya amalan syukur tidak cukup hanya dengan ucapan semata. Akan tetapi ucapan yang ikhlas dari hati nurani, yang mana kagum dengan nikmat Allah, syukur atas apa yang dimiliki, dan dalam hati dia memuji Allah dengan keikhlasan, maka Allah tidak menimpakan ujian baginya. Nabi Muhammmad SAW. Pernah bersabda,

Apabila seorang melihat orang cacat lalu berkata (tanpa didengar oleh orang tadi) :"Alhamdulillah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang diujikan Allah kepadanya dan melebihkan aku dengan kelebihan sempurna atas kebanyakan makhluk-Nya", maka dia tidak akan terkena ujian seperti itu betapapun keadaannya. (HR. Abu Dawud)

Subhanallah. Sungguh Allah pemilik kerajaan langit dan bumi. Sudah sepantasnya kita tunaikan syukur kita kepada Allah dan semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita serta menunjuki kepada kita jalan yang lurus. Aamiin aamiin ya rabbal ‘alamiin