Friday, 23 December 2016

5 Golongan Pendusata Agama Beserta Dalilnya

Kehidupan yang berjalan seiring dengan perkembangan zaman semakin mengalami perubahan. Baik dalam segi pemikiran maupun segi perbuatan. Orang-orang yang dalam menjalani perintah agama semakin mengalami pertentangan bahkan tidak mengikuti syariat yang sepadan. Pada waktu kali ini kita akan membahas tentang orang-orang yang tergolong Pendusta Agama. Seseungguhnya pendusta Agama itu ada 5 golongan, yang manakah golongan itu? Mari kita simak ulasannya satu persatu berikut ini:

Sebelum itu marilah kita simak Firman Allah SWT. berikut ini:

أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ فَذَٰلِكَ ٱلَّذِى يَدُعُّ ٱلْيَتِيمَ وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ فَوَيْلٌۭ لِّلْمُصَلِّينَ ٱلَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ٱلَّذِينَ هُمْ يُرَآءُونَ ٱلَّذِينَ هُمْ يُرَآءُونَ
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin, Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (Qs. Al-Ma’un ayat 1-7)

1.    Orang yang menghardik anak yatim

Anak yatim adalah anak yang sangat dilindungi oleh agama. Menghardik anak yatim digolongkan oleh Allah SWT. sebagai orang yang mendustakan agama. Menghardik adalah mengeluarkan ucapan kasar atau ucapan marah. Menghardik saja tidak diperbolehkan dalam agama apalagi menganiaya anak yatim. Anak yatim memiliki keistimewaan dalam agama karena bagi siapa saja yang memelihara anak yatim dengan benar maka akan mendapat syafaat dari Rasulullah SAW. pada hari kiamat nanti, seperti yang disabdakan oleh Beliau berikut ini:

Dari Sahl bin Sa'ad r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:"Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam syurga seperti ini." Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya dan merenggangkan antara keduanya itu." (Riwayat Bukhari)

Nah, ketahuilah bahwa anak yatim yang kita pelihara wajib kita perlakukan dengan sebaik-baiknya. Memberikan haknya, memelihara hartanya. Nah jika kita menjadikannya tersiksa maka tunggulah azab Allah SWT. contohnya saja kita memakan hartanya, sungguh sangat berat dosa dan azab bagi pemakan harta anaka yatim.

Baca juga Anak yatim dan Menyantuninya dengan baik
 

2.    Orang yang tidak mau memberi nasehat untuk memberi makan orang miskin

Miskin dan fakir adalah golongan yang berbeda. Golongan fakir lebih mudharat hidupnya dari pada orang miskin. Nah, golongan selanjutnya adalah golongan yang tidak mau memberi nasehat untuk memberi makan orang miskin. Dia tahu bahwa kewajiban dalam beragama memberi nasehat dalam kebaikan termasuk memberi makan orang miskin. Tidak memberi nasehat saja sudah termasuk pendusta agama apalagi memang termasuk orang kikir, orang yang memeiliki harta tapi enggan memberikan makan orang mudharat. Padahal kunci surga adalah mencintai fakir miskin seperti yang disabdakan Nabi SAW.:

Rasulullah SAW bersabda, “Miftah al-jannah hub al-masakin (Kunci surga adalah mencintai orang-orang miskin).” (Ats-Tsa’labi, Tafsir ats-Tsa’labi, IV/184).

Bagaiamana cara kita mencintai orang miskin yaitu dengan cara memberi makannya, menafkahkan sebagian harta yang kita miliki untuk mereka sehingga mereka bisa memakan sesuap nasi. Karena sesungguhnya semua kita itu bersaudara dan tidak sah iman kita sehingga kita mencintai saudara kita seperti kita mencintai diri kita sendiri. Kita hidup seperti satu tubuh, apabila satu tubuh menderita sakit maka tubuh yang lain akan menderita sakit juga. Maka oleh sebab itu nafkahkan lah sebagian harta untuk para fakir miskin sekurang-kurangnya memberikan nasehat atau menganjurkan untuk memberi makan orang miskin. Karena sabda Rasulullah SAW.:

"Barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang yang dililit hutang, Allah akan memudahkan atasnya di dunia dan akhirat… " (HR. Bukhari dan Muslim)

3.    Orang yang lalai di dalam shalat

Dari surat Al-ma’un ayat 4-5 kita menyimpulkan bahwa orang yang mengerjakan shalat saja masih termasuk pendusta agama apalagi yang tidak mengerjakan shalat. Adapun seorang yang shalat termasuk pendusta agama agama adalah orang yang lalai dalam shalatnya. Bagaimanakah lalai dalam shalat itu? Yaitu orang yang suka melalaikan waktu shalat dan orang yang bermain-main dalam mengerjakan shalat. Mereka menganggap shalat adalah bahan olokan semata padahal shalat adalah media ketika kita berkomunikasi dengan sang Khaliq yaitu Allah SWT.. Orang yang mengakhiri waktu shalat ini adalah orang yang memang sengaja dalam melalaikannya, padahal dia mampu atau berkesempatan mengerjakan diwaktu sekarang tapi dia lebih memilih melalaikannya bahkan hingga dia meninggalkan shalat. Maka golongan seperti inilah termasuk pendusta Agama.

4.    Orang-orang yang riya

menghardik anak yatim, tidak memberi makan orang miskin, lalai dalam shalat, larangan riya, tidak mau menolong dengan barang berguna
Apa itu riya? Riya ialah melakukan sesuatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah akan tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat. Baik dalam shalatnya atau dalam zakatnya atau dalam ibadah lain yang di maksudkan untuk mendapat keridhaan kepada selain Allah, baik untuk mendapat pujian, mendapat nama dikalangan masyarakat atau sebagainya. Maka orang seperti ini adalah pendusta agama. Riya atau sering di sebut pamer kini menjadi tren dikalangan masyarakat. Salah satu contonya ketika seseorang mengupload foto ibadahnya ke sosial media sehingga orang lain tahu dia suka beribadah atau agar tampak seperti ahli ibadah. Selain itu update status sosial media “tiga rakaat dulu” atau “alhamdulillah tiga rakaat sudah kelar tinggal yang empat lagi untuk hari ini”, maka ini termasuk perbuatan riya.

Ketahuilah bahwa riya itu sangat berbahaya dalam hidup beribadah. Semua ibadah yang kita lakukan akan sia-sia jika hati kita riya. Semua itu akan hangus bagai dimakan api. Selain tidak mendapatkan pahala juga kita tergolong dalam pendusta agama.

Allah SWT berfirman, ''Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.'' (Qs. Al-Furqan ayat 23).

5.    Orang yang enggan menolong dengan barang berguna

Seperti yang terkandung dalam surat Al-ma’un ayat 7 bahwa golongan terakhir yang termasuk pendusta agama adalah orang yang tidak mau menolong dengan apapun yang dia miliki yang dapat memberi manfaat kepada orang lain. Yaitu barang yang orang lain butuhkan baik berupa memberikan utang berupa uang, pinjaman barang perabot, kapak, jarum, pensil, pulpen atau barang berguna lainnya. Contonya uang, jika kita memang memilki kemampuan untuk memberikan pertolongan maka berikanlah dan berilah tangguh jika mereka belum bisa mengembalikannya karena Firman Allah SWT.:

“Dan jika (orang yang berhutang kepadamu itu) dalam kesusahan, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui” (QS Al-Baqarah :280).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
“Barangsiapa ingin mendapatkan naungan Allah ‘azza wa jalla, hendaklah dia memberi tenggang waktu bagi orang yang mendapat kesulitan untuk melunasi hutang atau bahkan dia membebaskan utangnya tadi.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih) 

Selain penafsiran barang berguna sebagai barang-barang di atas tadi, Sebagian mufassirin mengartikannya sebagai orang yang enggan membayar zakat. Yang mana zakat yang merupakan kewajiban yang harus kita keluarkan untuk membersihkan harta kita. Kedua penafsiran diatas keduanya adalah benar. Maka marilah kita ringan tangan dalam memberikan bantuan dan pertolongan kepada yang membutuhkan apalagi karena kita mampu untuk memberikannya.

Demikian saja penjelasannya tentang pendusta agama, semoga dapat memberi manfaat kepada kita dan semoga kita bukan termasuk golongan pendusata agama seperti yang telah kita bahas di atas tadi. Aamiin aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

Artikel terkait : Tanda-tanda dan ciri-ciri orang beriman dan dalilnya

Thursday, 22 December 2016

Mengapa Wajib Berwudhu untuk Shalat Setelah Mandi Wajib

Mandi wajib (mandi besar) adalah mandi yang dilaksanakan apabila sedang berjunub baik laki-laki maupun perempuan. Junub bisa saja terjadi dengan berbagai hal diantaranya mimpi basah, bersetubuh atau melakukan hubungan suami istri, haid dan nifas. Mandi junub bukanlah sekedar mandi biasa, yang mana mandi ini tidak akan sah bila melakukannya tanpa niat  dan sesuai dengan syariat.

Berbeda dengan wudhu. Wudhu biasanya dikerjakan untuk mengerjakan shalat, membaca/ memegang Al Quran dan sebagainya. Wudhu bertujuan untuk mnghilangkan hadas kecil yang ada pada tubuh baik yang disebabkan oleh menyentuh wanita bukan muhrim, keluar sesuatu dari qubul dan dubur, tidur yang tidak tetap, menyentuh qubul dan dubur dengan telapak tangan dan sebagainya.

Perbedaan yang mendasar antara wudhu dan mandi adalah dari segi fungsi atau tujuannya yaitu mandi berfungsi untuk menghilangkan hadast besar sedangkan wudhu untuk menghilangkan hadats kecil. 

Banyak kalangan menanyakan tentang wudhu dan mandi. Apakah setelah kita mandi dan apabila kita ingin mengerjakan shalat maka wajib berwudhu lagi? Padahalkan jika yang besar saja sudah hilang apalagi yang kecil! 

Nah saudara-saudara seiman yang dirahmati oleh Allah SWT.. M
Memang biasanya jika yang besar itu sudah hilang maka yang kecil juga berikutan, namun dalam hal wudhu dan mandi, apabila kita ingin melaksanakan shalat maka wajib bagi kita berwudhu lagi.

Dalam mengerjakan mandi, kami yakin bahwa anda mengetahui cara-caranya. Yaitu dengan membasuh seluruh anggota tubuh dengan air yang suci lagi menyucikan. Seperti air sumur, air hujan, air laut, air danau dan lain sebagainya. Untuk membasuh seluruh anggota tubuh, pasti kita menggunakan tangan untuk mengusap-ngusapnya bahkan menyabunnya sehingga bersih. Termasuk kepada bagian Qubul dan dubur, benar begitu? Nah, adapun yang membatalkan wudhu adalah menyentuh Qubul dan dubur dengan telapak tangan. Ini adalah faktor utama mengapa kita wajib berwudhu setelah mandi. Kemudian, ketika kita melaksanakan mandi pasti kita akan kencing atau berak baik ketika mandi atau setelah selesai mandi. Maka adapun yang membatalkan wudhu yaitu keluar sesuatu dari qubul dan dubur. Inilah alasan secara logika mengapa kita wajib berwudhu setelah mandi junub. 

Namun menurut madzhab Syafi'i tidak boleh menyatukan niat wudhu dan junub sekaligus karena ada keharusan tertib dalam wudhu seperti tersirat dalam QS Al-Maidah ayat 6. 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًۭا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍۢ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ 
wajib wudhu setelah mandi wajib, mandi wajib sebelum shalat,
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.(Qs. Al-maidah Ayat 6)

Sebagai orang Indonesia, kita tentunya menganut fiqh Syafi'i, oleh karena itu setelah mandi janabah diwajibkankan melakukan wudhu terlebih dahulu sebelum shalat.

Akan tetapi, dalam suatu pendapat lain. apabila sahabat tidak menyentuh atau melakukan hal yang membatalkan wudhu setelah mandi wajib atau ketika mandi wajib maka boleh untuk melaksanakan shalat tanpa berwudhu lagi. Namun pendapat ini Dhaif. Seperti Hadits aisyah yang diriwayatkan oleh abu daud, at tarmizi dimana aisyah berkata,” Rasulullah SAW. Biasanya mandi dan langsung shalat dua rakaat shalat subuh dan aku tidak melihat beliau memperbarui wudhu kembali.”

Dan dalam riwayat lain lagi mengatakan bahwa Rasulullah terlebih dahulu berwudhu' sebelum mandi junub seperti yang Aisyah istri Nabi Muhammad SAW. berkata bahwa apabila Nabi Muhammad saw mandi janabah beliau mulai dengan membasuh kedua tangan beliau, kemudian beliau wudhu sebagaimana wudhu untuk shalat, kemudian beliau memasukkan jari-jari beliau ke dalam air, lalu beliau menyeling-nyelingi pangkal rambut, kemudian beliau menuangkan (dalam satu riwayat: sehingga apabila beliau merasa sudah meratakan air ke seluruh kulitnya, beliau menuangkan) tiga ciduk pada kepala beliau dengan kedua tangan beliau, kemudian menuangkan air pada kulit beliau secara keseluruhan."

Dari hadits diatas sangat jelas bahwa Rasulullah berwudhu terlebih dahulu sebelum mandi. perlu diingat bahwa pada saat mandi juga tidak boleh melakukan hal-hal yang membatalkan wudhu. Kalau kita melakukannya maka Wudhunya yang pertama tidak sah.

Baca : Hal-hal yang membatalkan Wudhu

Jika sahabat bertanya, apa yang akan penulis lakukan? maka dengan senang hati saya menjawab bahwa saya akan berwudhu lagi setelah mandi agar lebih afdhal dan ini merupakan pendapat yang kuat dikalangan ahli sunnat wal jamaah.
Semoga apa yang kami sampaikan dapat memberi manfaat kepada kami terutama dan kepada sahabat semuanya. Semoga Allah meredhai atas ilmu yang telah dilimpahkan kepada kita. Aamiin aamiin ya rabbal ‘alamiin.

Wednesday, 21 December 2016

Amalan Baik untuk Meraih Kasih Sayang Allah dan 4 Golongan Manusia di Dunia

Faktor utama yang akan menjadikan kita masuk surga bukanlah amalan-amalan baik akan tetapi kasih sayang Allah SWT.. Untuk meraih kasih sayang Allah maka kita perlu melakukan amalan-amalan baik. Banyak amalan baik di dunia ini yang akan menuntun kita kepada kasih sayang Allah SWT. yaitu amalan yang Allah sukai. Perlu di ketahui bahwa amalan yang baik yang di sakai oleh Allah adalah amalan yang berdasarkan pada Al-quran dan Al-hadist sebagai dasar hukum umat islam. Jika amalan  baik telah memenuhi syarat maka yang harus di perhatikan lagi adalah amalan yang langgeng atau amalan yang dikerjakan terus menerus karena amalan seperti inilah yang sangat di sukai oleh Allah SWT. seperti sabda Nabi SAW. berikut ini:

Amalan-amalan yang paling disukai Allah ialah yang lestari (langgeng atau berkesinambungan) meskipun sedikit. (HR. Bukhari)
Amalan Baik untuk Meraih Kasih Sayang Allah dan 4 Golongan Manusia di Dunia, amalan ahli surga, amalan yang disukai Allah,
Contohnya membaca Al-quran, meskipun kita membaca Al-quran dalam sehari hanya satu lembar atau satu halaman saja akan tetapi kita melakukannya setiap malam atau setiap hari maka amalan itu lebih baik di sisi Allah di bandingkan dengan orang yang membaca 1 Juz dalam satu malam atau bahkan membaca sampai tamat. Berbeda dengan amalan wajib, kita memang dianjurkan untuk melaksanakannya tiap hari bahkan kita akan mendapatkan dosa apabila meninggalkannya, contoh shalat fardhu, puasa, zakat, haji bagi yang mampu dan lain sebagainya.

Perlu diketahui bahwa, belum tentu setiap orang yang malakukan amalan baik akan masuk surga dan yang akan melakukan amalan jahat itu masuk neraka. Sebagaimana Rasulullah SAW. bersabda:

Seorang melakukan amalan-amalan ahli surga sebagaimana tampak bagi orang-orang tetapi sesungguhnya dia termasuk penghuni neraka, dan seorang lagi melakukan amalan-amalan ahli neraka sebagaimana disaksikan orang-orang tetapi sebenarnya dia tergolong penghuni surga. (HR. Bukhari)

Baca juga Nama-nama surga dan calon penghuninya berdasarkan amal di dunia

Mengapa demikian, adapun hal tersebut karena waktu hidupnya belum habis. Bisa jadi pada sebelum akhir hayatnya, calon penghuni surga ini melakukan amalan jahat dan yang calon penghuni neraka pada sebelum akhir hayatnya melakukan amal baik atau tobat. Atau yang melakukan amalan baik ini melakukan amalan tanpa ilmu bahkan menyimpang dari ajaran Allah SWT. dan sunnat Nabi SAW..

Imam Syafii berkata, "Setiap orang yang beramal tanpa ilmu, maka amalnya akan ditolak sia-sia." (Matan Zubad, juz I, hlm 2, Majallatul buhuts al-Islamiyah, juz 42, hlm 279).

Mengapa demikian? Simak hadits dibawah ini:
Nabi Muhammad shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang beramal tidak mengikuti perintah kami, maka akan ditolak." (HR Muslim)

Jika seoseorang tidak memiliki ilmu maka bagaimana dia akan melakukan amalan-amalan kebajikan seperti yang diperintahkan Nabi Muhammad SAW. atau berdasarkan syariat islam. Maka oleh sebab itu amalan yang mereka kerjakan akan sia-sia.

Ketahuilah bahwa dunia ini ada 4 (empat) golongan manusia. Pertama orang kaya dan punya ilmu, kedua orang punya ilmu tapi tidak punya harta, ketiga adalah orang yang kaya tapi suka berfoya-foya dan keempat adalah orang yang tidak punya apa-apa tapi ingin berfoya-foya. Sebagaimana sabda nabi berikut ini:

Dunia dihuni empat ragam manusia. Pertama, seorang hamba diberi Allah harta kekayaan dan ilmu pengetahuan lalu bertakwa kepada Robbnya, menyantuni sanak-keluarganya dan melakukan apa yang diwajibkan Allah atasnya maka dia berkedudukan paling mulia. Kedua, seorang yang diberi Allah ilmu pengetahuan saja, tidak diberi harta, tetapi dia tetap berniat untuk bersungguh-sungguh. Sebenarnya jika memperoleh harta dia juga akan berbuat seperti yang dilakukan rekannya (kelompok yang pertama). Maka pahala mereka berdua ini adalah (kelompok pertama dan kedua) sama. Ketiga, seorang hamba diberi Allah harta kekayaan tetapi tidak diberi ilmu pengetahuan. Dia membelanjakan hartanya dengan berhamburan (foya-foya) tanpa ilmu (kebijaksanaan). Ia juga tidak bertakwa kepada Allah, tidak menyantuni keluarga dekatnya, dan tidak memperdulikan hak Allah. Maka dia berkedudukan paling jahat dan keji. Keempat, seorang hamba yang tidak memperoleh rezeki harta maupun ilmu pengetahuan dari Allah lalu dia berkata seandainya aku memiliki harta kekayaan maka aku akan melakukan seperti layaknya orang-orang yang menghamburkan uang, serampangan dan membabi-buta (kelompok yang ketiga), maka timbangan keduanya sama. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Golongan yang mana kah kita termasuk? Harta dan ilmu itu menjadi alasan kita masuk surga atau neraka. Jika harta dan ilmu tidak kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya di jalan yang benar maka azab neraka akan di timpakan kepada kita. Tapi apabila harta dan ilmu mampu kita kendalikan dengan benar maka ganjaran setimpal pula akan diberikan oleh Allah SWT. yaitu surga. Untuk apa panjang umur dan harta banyak serta berlimpah ruah dan ilmu tinggi jika amalan tidak ada. Karena manusia yang baik adalah manusia yang panjang umur dan amalannya baik.

Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, yang bagaimanakah orang yang baik itu?" Nabi Saw menjawab, "Yang panjang usianya dan baik amal perbuatannya." Dia bertanya lagi, "Dan yang bagaimana orang yang paling buruk (jahat)?" Nabi Saw menjawab, "Adalah orang yang panjang usianya dan jelek amal perbuatannya." (HR. Ath-Thabrani dan Abu Na'im)

Artikel terkait: Amal perbuatan manusia sebagai bekal menuju akhirat

Maka oleh sebab itu, lakukanlah amalan-amalan sebanyak-banyaknya hingga kita jemu karena Allah tidak akan jemu melihat kita beribadah kepadanya. Seperti yang dikatakan Nabi SAW.:

Lakukan apa yang mampu kamu amalkan. Sesungguhnya Allah tidak jemu sehingga kamu sendiri jemu. (HR. Bukhari)

Semoga kita termasuk orang yang bertaqwa dan menjadi orang di cintai serta mendapatkan kasih sayang Allah SWT. aamiin aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

Monday, 19 December 2016

Mengapa Rasulullah SAW Melarang Kita Duduk di Pinggir Jalan

Tidak jarang dari kalangan muda-mudi bahkan kalangan tua mengadakan pembicaraan dan percakapan di berbagai tempat. Tidak terkecuali di pinggir jalan, mereka menyediakan tempat duduk atau menduduki beton-beton pinggir jalan agar tetap dapat menikmati pemandangan orang yang lilu-lalang di jalan. Apakah yang istimewa dari duduk di jalan tersebut dan apakah yang membuat pemandangan orang lilu-lalang itu lebih istimewa? Wallahu a’lam.

Tahukah kita sesungguhnya Nabi Muhammad SAW. melarang kita mengadakan majelis atau duduk di pinggir jalan. Sebagaimana yang Nabi SAW. sabdakan dalam hadits berikut ini:

عَنْ أَبِـي سَعِيدٍ الْـخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالْـجُلُوسَ بِالطُّرُقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ مَا بُدَّ لَنَا مِنْ مَـجَالِسِنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِنْ أَبَـيْتُمْ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ قَالُوا وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ غَضُّ البَصَرِ وَ كَفُّ الأَذَى وَ رَدُّ السَّلاَمِ وَاْلأَمْرُ بِالْـمَعْرُوفِ وَ النَّهْيُ عَنِ الْـمُنْكَرِ

Dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu’anhu dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jauhilah oleh kalian duduk-duduk di jalan”. Maka para Sahabat berkata: “Kami tidak dapat meninggalkannya, karena merupakan tempat kami untuk bercakap-cakap”. Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam berkata: “Jika kalian enggan (meninggalkan bermajelis di jalan), maka berilah hak jalan”. Sahabat bertanya: “Apakah hak jalan itu?”Beliau menjawab: “Menundukkan pandangan, menghilangkan gangguan, menjawab salam, memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran.”

Dapat kita simpulka bahwa alasan kenapa Rasulullah SAW. melarang kita duduk di pinggir jalan adalah karena kita tidak bisa menundukkan pandangan, menimbulkan gangguan pengguna jalan, tidak mau menjawab salam, tidak mau memerintah kebaikan dan tidak mencegah kemungkaran. 

mengupat, memfitnah, menghibah. dosa duduk dijalan,
Menundukkan pandangan adalah tidak melihat atau memperhatikan wanita-wanita yang lewat dijalan atau  laki-laki yang bukan mahram atau melihat aurat yang terbuka maupun berbekas ketika mengendarai kendaraan. Karena melakukan hal ini adalah dosa dan termasuk zina mata, maka oleh sebab itu Nabi SAW. melarangnya. Adapaun menimbulkan gangguan maknanya adalah jika ada orang yang lewat dan merasa malu aau enggan untuk lewat di depan orang yang duduk di jalan tersebut baik karena bukan mahram atau terasa terganggu karena sering keluar kata-kata yang tidak menyenangkan dari mereka atau juga karena gangguan lain. Dan apabila ada yang menyampaikan salam maka jawablah agar tidak ada dosa karena hukum menjawab salam adalah wajib. Kerena tidak jarang dari kalangan muslim apabila lewat di jalan dan terutama menggunakan kendaraan akan mengucapkan salam kepada yang duduk di pinggir jalan tersebut. Selain itu juga karena kita tidak mau memerintah kepada kebaikan dan yang terakhir adalah mencegah kemungkaran. Mencegah kemungkarang termasuk mengupat, menghibah, menghina, memfitnah dan lain sebagainya. Hal yang tidak mungkin ketika duduk di pinggir jalan itu kita tidak mengupat atau memfitnah atau menghibah. Asal ada yang lewat pasti akan membeberkan isu dari seseorang tadi sebagai bahan pembicaraan. Na’uzubillahiminzqliq.

Mengapa terjadi demikian, katahuilah bahwa zaman telah mempengaruhi manusia untuk tidak menuntut ilmu, padahal majelis-majelis ta’lim tersedia untuk menimba ilmu dan lagi bermanfaat. Jika di bandingkan dengan duduk di pinggir jalan yang hanya menimbulkan dosa. Maka lebih baik kita berdiam di rumah atau menghadiri pengajian-pengajian karena akan mendapatkan pahala yang besar.

Selain menghadiri pengajian, kita juga bisa memanfaatkannya untuk beribadah kepada Allah SWT. ketimbang melakukan perbuatan yang mengandung dosa seperti duduk di pinggir jalan tadi. Jadi dapat kita simpulkan bahwa mengapa Rasulullah SAW. Melarang duduk di pinggir jalan adalah karena dapat mengundang dosa. dan ingatlah bahwa perbuatan jahat atau buruk itu akan membawa kepada neraka.

Baca Nama-nama neraka dan calon penghuninya berdasarkan amal perbuatnnya di dunia

Demikian saja pencerahan hari  ini, semoga kita di jauhkan dari dosa dan selalu terjaga dari perbuatan buruk tersebut. Aamiin aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

Sunday, 18 December 2016

Nama-Nama Neraka dan Calon Penghuninya Beserta Dalilnya Berdasarkan Amal Perbuatannya di Dunia


Mengenai nama-nama neraka dan penghuninya, akan kita bahas berikut ini. Sebelum itu, lebih baik kita perjelas bahwa, semakin kebawah, maka neraka semakin hebat siksaanya. Kebawah maksudnya adalah hitungan atau urutan satu atau yang paling rendah hitungannya atau tingkatannya. Berikut sudah kami rangkum sesuai tingkatannya dari bawah ke atas: 

Nama-nama neraka dan calon penghuninya berdasarkan amal perbuatannya:

1.      Neraka Jahannam

Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-hijr ayat 43.

وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ

Dan Sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.(Qs. Al-hijr ayat 43)

Nah, yang manakah syaitan itu? Apakah cuma yang dinamakan makhluk halus yang jahat dan yang suka mengganggu atau bagaimana? Sesungguhnya syaithan bentuknya ada 3 (tiga) yaitu:
a.       Ucapan para dukun, peramal;
b.      Hawa nafsu (egoisme);
c.       Mengkultuskan kepada seseorang.

2.      Neraka Jahim

Neraka ini adalah urutan ke-2 dan calon penghuninya di jelaskan atau tercantum dalam Al-Quran surat As-Syu'araa ayat 91 yang didalamnya ditempati orang-orang musyrik.

وَبُرِّزَتِ ٱلْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ
Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang- orang yang sesat",(Qs. As-Syu’ara ayat 91)

Dan Allah berfirman pula:

إِنَّا جَعَلْنَٰهَا فِتْنَةًۭ لِّلظَّٰلِمِينَ إِنَّهَا شَجَرَةٌۭ تَخْرُجُ فِىٓ أَصْلِ ٱلْجَحِيمِ طَلْعُهَا كَأَنَّهُۥ رُءُوسُ 

ٱلشَّيَٰطِينِ فَإِنَّهُمْ لَءَاكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِـُٔونَ مِنْهَا ٱلْبُطُونَ ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًۭا مِّنْ حَمِيمٍۢ 

ثُمَّ إِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَإِلَى ٱلْجَحِيمِ إِنَّهُمْ أَلْفَوْا۟ ءَابَآءَهُمْ ضَآلِّينَ

gambaran neraka, calon penghuni neraka, azab dan siksa, aakibat amal jahat, penduduk neraka.
Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka yang menyala. Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. Maka Sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, Maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian sesudah Makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. kemudian Sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim. Karena Sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaaan sesat. (Qs. Ash-shaffaat ayat 63-69)

Neraka Jahim adalah tempat penyiksaan untuk orang-orang sesat atau orang musyrik atau orang yang menyekutukan Allah dan orang-orang yang zalim. Mereka akan disiksa oleh apa yang mereka sembah atau mereka sekutukan. Dalam ajaran Islam syirik adalah sebagai salah satu dosa paling besar di sisi Allah, karena syirik berarti menganggap bahwa ada tuhan yang lebih hebat dan berkuasa sehebat Allah dan bisa pula menganggap bahwa ada Tuhan selain Allah.

3.      Neraka Hawiyah

Neraka yang ke-3 adalah neraka Hawiyah. Adapun orang yang akan menjadi calon penghuni neraka ini adalah orang yang ringan timbangan kebaikannya sebagaimana dijelaskan oleh Allah SWT. dalam Al-Quran Surat Al-Qari'ah ayat 9-10.

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٌۭ وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا هِيَهْ نَارٌ حَامِيَةٌۢ

Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?  (yaitu) api yang sangat panas. (Qs. Al-Qari’ah ayat 8-11)

Neraka yang diperuntukkan bagi orang-orang yang ringan timbangan amal perbuatannya, yaitu mereka yang mengerjakan amal kebaikan bercampur dengan amal mungkar atau amal kejahatan. Orang islam laki-laki dan perempuan yang tindakan serta amalannya tidak sesuai dengan tuntutan dalam agama Islam, seperti para wanita muslim yang tidak menggunakan jilbab, bagi para lelaki muslim yang sering memakai pakaian yag terbuat dari sutra dan perhiasan emas, mencari rejeki dengan cara tidak halal, memakan riba dan sebagainya, Hawiyah adalah sebagai tempat tinggalnya.

4.      Neraka Wail

Urutan neraka ke-4 adalah neraka Wail. Neraka ini disediakan untuk para pedagang-pedagang dan para pengusaha yang suka curang, yaitu dengan mengurangi timbangan atau mencampurkan barang-barang yang sudah tidak layak dengan barang bagus, mencalokan barang dagangan dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda. Barang dagangan mereka itu akan dibakar dan dimasukkan kedalam perut mereka sebagai azab atas perbuatan dosa-dosa mereka. Dan juga orang yang lalai dalam shalat, berbuat riya serta orang yang tidak mengeluarkan zakat. Calon penghuni neraka wail sebagaimana tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Muthaffifin, ayat 1-3.

وَيْلٌۭ لِّلْمُطَفِّفِينَ ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكْتَالُوا۟ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسْتَوْفُونَ وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. (Qs. Al-Muthaffifin ayat 1-3)

Yang dimaksud dengan orang-orang yang curang di sini ialah orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang. Misalnya seorang pedagang menjual gula dengan harga sekilo 10.000 rupiah, akan tetapi dia mengurangi takarannya atau bahkan mengotak-atik timbangan agar setiap kali menimbang maka akan cepat naik pada takarannya. Dalam artian, si pembeli sudah kekurangan takarannya sedangkan harga yang dibayar tetaplah sama.

Akan tetapi, jika sipedagang melakukannya dengan cara tidak sengaja atau tidak diketahui kerusakan yang terjadi pada timbangannya, maka dia tidak berdosa. Dan jika terjadi kesilapan dalam menimbang, sudah kodrat manusia sebagai insan yang tidak lepas dari kesilapan. Maka oleh sebab itu, ijabkanlah setiap kali transaksi dengan mengucapkan suatu ucapan yang mengandung makna keikhlasan apabila terjadi kesilapan seperti contoh ‘lebih kurang sudah saya izinkan’. Namun, jika seseorang sengaja melakukan penipuan, maka ucapan apapun itu tidak akan mensahkan kadar untuk keikhlasannya.

Dalam ayat lain, Allah swt. berfirman:

فَوَيْلٌۭ لِّلْمُصَلِّينَ ٱلَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ٱلَّذِينَ هُمْ يُرَآءُونَ وَيَمْنَعُونَ ٱلْمَاعُونَ

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (Qs. Al-Ma’un ayat 4-7)

*Sebagian mufassirin mengartikan “enggan menolong dengan barang yang berguna” yaitu orang yang enggan membayar zakat.

Allah menjelaskan tentang neraka wail yaitu dihuni oleh orang-orang yang lalai dalam mengerjakan shalat artinya mengakhirkan shalat dari waktunya, atau suka meremehkan shalat baik dalam hal mengadakan senda didalam shalatnya ataupun yang lain. Kemudian adalah orang-orang yang berbuat riya, yaitu melakukan sesuatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah akan tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat. Semata hanya ingin mendapat pujian dan pandangan baik saja. Dan termasuk juga orang-orang yang enggan membayar zakar. Maka orang-orang inilah penghuni neraka wail.

5.      Neraka Sa'iir

Adapaun neraka Sa’iir berada pada posisi ke-5. Calon penghuni neraka Sa’ir adalah orang-rang yang suka memakan harta anak yatim, dan orang-orang kafir sebagaimana telah dijelaskan oleh Allah SWT. dalam Al-quran yaitu sebgai berikut ini:

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَٰلَ ٱلْيَتَٰمَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِى بُطُونِهِمْ نَارًۭا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًۭا

Sesungguhnyaorang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (QS. Surat An Nisa Ayat 10)

Baca Azab dan siksa bagi pemakan harta anak yatim

Allah SWT. berfirman juga: 

تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ ٱلْغَيْظِ ۖ كُلَّمَآ أُلْقِىَ فِيهَا فَوْجٌۭ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌۭ قَالُوا۟ بَلَىٰ قَدْ 

جَآءَنَا نَذِيرٌۭ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ ٱللَّهُ مِن شَىْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِى ضَلَٰلٍۢ كَبِيرٍۢ وَقَالُوا۟ لَوْ كُنَّا 

نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِىٓ أَصْحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ

hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir). Penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?" Mereka menjawab: "Benar ada, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan (nya) dan kami katakan: "Allah tidak menurunkan sesuatu pun, kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar". Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala". (QS. Al Mulk 8-10)

semoga kita jaauh dari gaolongan-golongan yang demikian. Yaitu dengan tetap memakan makanan yang halal, tidak memakan harta anak yatim dan sebagainya, serta bukan termasuk orang yang jauh dari peringatan yang datang dari rasul-rasul Allah SWT. sungguh nereka sangat pedih siksaannya, dari pada menyesal kemudian lebih baik berbuat baik dari sekarang.

6.      Neraka Saqar

Neraka yang ke-6 adalah neraka Saqar sebagai tempat kembali untuk orang munafik, yaitu orang yang mendustakan perintah Allah dan rasul. Mereka mengetahui bahwa Allah SWT. sudah menentukan hukum Islam melalui lisan Rasul Mustafa Muhammad SAW., tetapi mereka meremehkan syariat Islam. Penghuni Neraka ini  telah dijelaskan dalam Al-Quran didalamnya ditempati orang-orang penyembah berhala.

Allah SWT. berfirman:

مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ قَالُوا۟ لَمْ نَكُ مِنَ ٱلْمُصَلِّينَ وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ ٱلْمِسْكِينَ وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ 

ٱلْخَآئِضِينَ وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ حَتَّىٰٓ أَتَىٰنَا ٱلْيَقِينُ 

"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?".  mereka menjawab: "Kami dahulu tidak Termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan Kami tidak (pula) memberi Makan orang miskin, dan adalah Kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah Kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian". (Qs. Al-Muddasir ayat 42-47).

Neraka saqar akan dihuni oleh kelompok-kelompok orang yang suka meninggalkan shalatnya ataupun orang-orang yang suka menyembah berhala. Dan juga orang-orang yang kikir atau tidak mau berbagi harta yang diberikan oleh Allah SWT. untuk orang fakir miskin, baik meminjamkannya atau menyedekahkannya. Juga mereka termasuk orang-orang yang suka membicarakan hal yang jelek-jelek, termasuk mengupat, mengunjing dan memfitnah. Selain itu, orang yang tidak percaya akn hari pembalasan juga akan masuk dalam neraka Saqar.

Juga termasuk orang yang menentang ayat-ayat Al-quran. Sebagaiamana Allah SWT. berfirman:

ثُمَّ أَدْبَرَ وَٱسْتَكْبَرَ فَقَالَ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌۭ يُؤْثَرُ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا قَوْلُ ٱلْبَشَرِ سَأُصْلِيهِ سَقَرَ وَمَآ 

أَدْرَىٰكَ مَا سَقَرُ لَا تُبْقِى وَلَا تَذَرُ لَوَّاحَةٌۭ لِّلْبَشَرِ عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ

kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata: "(Al Qur'an) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu), ini tidak lain hanyalah perkataan manusia". Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. tahukah kamu Apakah (neraka) Saqar itu?  Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan  (neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. dan di atasnya ada sembilan belas (Malaikat penjaga). (QS. Al-Muddasir ayat 23-30)

Yang dimaksud dengan tidak meninggalkan dan tidak membiarkan ialah apa yang dilemparkan ke dalam neraka itu diazabnya sampai binasa kemudian dikembalikannya sebagai semula untuk diazab kembali. Demikianlah seterusnya, azab akan terus berlangsung hingga habis dosa dan masa siksaanya. Seumpamanya kita meminta permisi pada neraka ‘wahai neraka, permisi dulu saya mahu istirahat’, tampa basa-basi neraka pasti terus mengazab dan tanpa belas kasihan.

7.      Neraka Huthamah

Neraka yang berada pada urutan terkahir adalah neraka Huthamah yaitu pda posisi ke-7. Neraka ini disediakan untuk orang-orang yang suka mengumpulkan harta benda berupa emas, perak, platina dan lainnya namun tidak mau mengeluarkan zakat disebabkan kekikiran mereka dan takut miskin dan mereka juga menghina orang miskin. Di dalam neraka Huthamah, harta benda yang mereka kumpulkan akan dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai siksaan kepada manusia pengumpul harta. Firman Allah SWT.:

وَيْلٌۭ لِّكُلِّ هُمَزَةٍۢ لُّمَزَةٍ ٱلَّذِى جَمَعَ مَالًۭا وَعَدَّدَهُۥ يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخْلَدَهُۥ كَلَّا ۖ لَيُنۢبَذَنَّ فِى 

ٱلْحُطَمَةِ    

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. (Qs. Al-Humazah ayat 1-4)

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang suka mengumpat Nabi SAW. dan orang-orang mukmin, seperti Umaiyah bin Khalaf, Walid bin Mughirah dan lain-lainnya. maksudnya mengumpulkan dan menghitung-hitung harta yang karenanya dia menjadi kikir dan tidak mau menafkahkannya di jalan Allah, enggan mengeluarkan zakat dan sebagainya. Adapun maksud panasnya membakar  sampai ke hati yaitu rasa sakit yang diakibatkan api neraka jauh lebih memedihkan daripada api lainnya, karena api neraka sangat lembut dan dapat memasuki pori-pori, lalu membakar hati.

Untuk itu, hati-hatilah dalam bertindak dan beramal, ingatlah azab neraka begitu pedihnya. semoga bisa menjadi hikmah. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menciptakan jin dan manusia agar mereka beribadah hanya kepada-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya. Karenanya Allah SWT. mengabarkan kepada kita semua akan kepedihan siksa-Nya dan sifat negeri yang Dia persiapkan bagi siapa saja yang melakukan kemaksiatan kepada-Nya. Hal itu agar mereka semua bertakwa kepada-Nya dengan mengerjakan amalan shaleh serta bertakwa kepada-Nya dengan menjauhi semua bentuk kesyirikan, bid’ah dalam agama, dan maksiat. Karenanya Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa mengulang-ulangi penyebutan neraka serta adzab dan siksaan yang Dia persiapkan bagi musuh-musuh-Nya. aamiin aamiin yaa rabbal 'alamiin.

Artikel terkait : Siksa neraka sebagai azab dan atas dosan dan amalan jahat dunia

Saturday, 17 December 2016

Nama-Nama Surga dan Calon Penghuninya Beserta Dalilnya Berdasarkan Amalan di Dunia

Sebelum kita mencapai yang namanya hari pengadilan, ada baiknya kita ketahui nama surga dan penghuni-penghuninya. pada topik ini akan kita bahas penghuni surga saja sedangkan nama-nama neraka dan penghuni-penhuninya akan kita bahas pada sesi berikutnya. Meskipun kita belum mengetahu bagaimana sesungguhnya surga itu, bagaimana maha indahnya dan bagaimana besarnya nikmat yang terkandung didalamnya, maka sudah saatnya kita tahu nama dan penghuninya agar kita punya cita-cita dan semangat untuk menaungi surga tersebut. Harus kita ketahui bahwa semakin tinggi surga maka semakin besar kanikmatannya.

Artikel terkait: Surga sebagai balasan atas amal baik yang kita kerjakan di dunia

Perihal nama-nama surga, tingkatan, dan para calon penghuninya ialah sebagai berikut:  

1.     Surga Firdaus diciptakan oleh Allah SWT. dari emas, ini merupakan surga yang tertinggi dan yang sangat di dambakan oleh orang-orang. Calon penghuninya dijelaskan dalam Surat Al-Mukminun    ayat 1- 11, ialah:

قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَٰشِعُونَ وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنِ ٱللَّغْوِ مُعْرِضُونَ وَٱلَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَوٰةِ فَٰعِلُونَ وَٱلَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَٰفِظُونَ إِلَّا عَلَىٰٓ أَزْوَٰجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ فَمَنِ ٱبْتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْعَادُونَ وَٱلَّذِينَ هُمْ لِأَمَٰنَٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَٰعُونَ وَٱلَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمْ يُحَافِظُونَ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْوَٰرِثُونَ ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,.(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas. dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya. (Qs. Al-mukminun ayat 1-11)

Jadi dapat kita simpulkan bahwa Penghuni surga Firdaus  adalah:
a.       Orang-orang beriman yang khusyuk dalam shalat; 
b.     Orang yang tidak melakukan perbuatan dan perkataan tidak berguna, yaitu perkataan atau perbuatan kotor bahkan sesuatu yang membawa bahaya dan kemudharatan. Jika kita memang tidak memiliki sesuatu yang bermanfaat untuk di katakan maka lebih baik diam saja seperti sabda rasulullah Berikut ini;
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَ  قُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)
 
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata, ”Seseorang mati karena tersandung lidahnya dan seseorang tidak mati karena tersandung kakinya Tersandung mulutnya akan menambah (pening) kepalanya sedang tersandung kakinya akan sembuh perlahan.”

c.       Orang yang mengeluarkan zakat, baik itu zakat mal (zakat harta) atau zakat fitrah; 
d.     Orang menjaukan diri dari perbuatan zina. Yaitu menjaukan kemaluannya dari berbuat      zina; 
e.   Orang-orang yang memelihara amanat-amanat yang di pikulnya yaitu dengan tidak merusak amanatnya
f.      Orang-orang yang memelihara shalatnya yakni tidak melalaikannya maupun meninggalkannya dalam keadaan bagaimanapun termasuk dalam perjalanan. Karena ketika dalam perjalanan maka kita di perbolehkan untuk menjamak atau mengqasharnya;

2.      Surga ‘Adn, surga ‘adn diciptakan oleh Allah SWT dari intan putih yang tidak kalah indanya dengan surga Firdaus. Surga ‘adn menduduki posisi kedua dianatar deretan surga yang tinggi. Adapun calon penghuninya, ialah :
a.       Orang-orang yang Sabar, yang mendirikan shalat, yang suka bersedekah, tidak melakukan kejahatan sebagaimana Allah SWT. telah memfirmankan dalam Al-quranul Karim dalam surat Ar Ra’du ayat 22-24 :
 وَٱلَّذِينَ صَبَرُوا۟ ٱبْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّۭا وَعَلَانِيَةًۭ وَيَدْرَءُونَ بِٱلْحَسَنَةِ ٱلسَّيِّئَةَ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ عُقْبَى ٱلدَّارِ جَنَّٰتُ عَدْنٍۢ يَدْخُلُونَهَا وَمَن صَلَحَ مِنْ ءَابَآئِهِمْ وَأَزْوَٰجِهِمْ وَذُرِّيَّٰتِهِمْ ۖ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍۢ سَلَٰمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى ٱلدَّارِ
gambaran surga,keindahan surga, calon penghuni surga, nama surga
Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): "Salamun 'alaikum bima shabartum". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu (surat Ar Ra’du ayat 22-24)

b.      Orang yang bertaubat, beriman, dan beramal saleh.

Sebagaimana Allah berfirman:
إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحًۭا فَأُو۟لَٰٓئِكَ يَدْخُلُونَ ٱلْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْـًۭٔا جَنَّٰتِ عَدْنٍ ٱلَّتِى وَعَدَ ٱلرَّحْمَٰنُ عِبَادَهُۥ بِٱلْغَيْبِ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ وَعْدُهُۥ مَأْتِيًّۭا
Kecuali orang yang bertobat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun. yaitu surga Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun (surga itu) tidak nampak. Sesungguhnya janji Allah itu pasti akan ditepati. ( QS. Maryam ayat :60-61)

dan Allah juga berfirman:
 وَمَن يَأْتِهِۦ مُؤْمِنًۭا قَدْ عَمِلَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَٰتُ ٱلْعُلَىٰ جَنَّٰتُ عَدْنٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَآءُ مَن تَزَكَّىٰ
Dan barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia),  (yaitu) surga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan). (Qs. Thaahaa ayat 75-76)

b.      Orang-orang yang benar-benar bertakwa.
Firman Allah SWT.:
هَٰذَا ذِكْرٌۭ ۚ وَإِنَّ لِلْمُتَّقِينَ لَحُسْنَ مَـَٔابٍۢ جَنَّٰتِ عَدْنٍۢ مُّفَتَّحَةًۭ لَّهُمُ ٱلْأَبْوَٰبُ
Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, (yaitu) surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, (Qs. Shaad ayat 49-50)

Dan firman Allah pula:
وَقِيلَ لِلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ مَاذَآ أَنزَلَ رَبُّكُمْ ۚ قَالُوا۟ خَيْرًۭا ۗ لِّلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌۭ ۚ وَلَدَارُ ٱلْءَاخِرَةِ خَيْرٌۭ ۚ وَلَنِعْمَ دَارُ ٱلْمُتَّقِينَ جَنَّٰتُ عَدْنٍۢ يَدْخُلُونَهَا تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ ۖ لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَآءُونَ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْزِى ٱللَّهُ ٱلْمُتَّقِينَ
Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (QS. An-nahl surat 30-31)

c.       Orang yang berbuat baik.
 Berdaqsarkan Firman Allah SWT. :
 ثُمَّ أَوْرَثْنَا ٱلْكِتَٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌۭ لِّنَفْسِهِۦ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌۭ وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِٱلْخَيْرَٰتِ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْكَبِيرُ جَنَّٰتُ عَدْنٍۢ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍۢ وَلُؤْلُؤًۭا ۖ وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌۭ
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. (Bagi mereka) surga Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. (Qs. Fatir ayat 32-33)

3.      Adapaun Surga yang ke-3 yaitu Surga Na’im yang diciptakan oleh Allah SWT dari perak putih. Adapaun Calon penghuninya, ialah:

a.       Orang-orang yang beriman dan beramal saleh
firman Allah SWT.:
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمْ جَنَّٰتُ ٱلنَّعِيمِ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan, (Qs. Luqman ayat 8)

Dan firman Allah SWT.:
ٱلْمُلْكُ يَوْمَئِذٍۢ لِّلَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فِى جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ
Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan.(Qs. Al-Hajj ayat 56)

b.      Orang-orang yang bertaqwa
 Firman Allah SWT.:
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ
Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.(Qs. Al-Qalam ayat 34)

4.    Kedudukan surga yang ke-4 adalah Surga Ma’wa yang diciptakan oleh Allah SWT dari zamrud hijau. adapun Calon penghuninya, ialah:

a.       Orang-orang yang benar-benar beriman dan berawal saleh.
 أَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَلَهُمْ جَنَّٰتُ ٱلْمَأْوَىٰ نُزُلًۢا بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Qs. As-sajdah ayat 19).

b.    Orang-orang yang takut kepada kebesaran Allah SWT dan menahan diri dari hawa nafsu yang buruk.
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفْسَ عَنِ ٱلْهَوَىٰ فَإِنَّ ٱلْجَنَّةَ هِىَ ٱلْمَأْوَىٰ
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya). (Qs. An-naazi’at ayat 40-41)

5.   Surga Darussalam diciptakan oleh Allah SWT dari yakut merah. Surga darussalam berada pada kedudukan ke-5 dan adapun calon penghuninya sebagaimana yang diterangkan dalam Surat Al-An’am ayat 127, ialah:
فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهْدِيَهُۥ يَشْرَحْ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَٰمِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُۥ يَجْعَلْ صَدْرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجًۭا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى ٱلسَّمَآءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ وَهَٰذَا صِرَٰطُ رَبِّكَ مُسْتَقِيمًۭا ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍۢ يَذَّكَّرُونَ لَهُمْ دَارُ ٱلسَّلَٰمِ عِندَ رَبِّهِمْ ۖ وَهُوَ وَلِيُّهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. Dan inilah jalan Tuhanmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran. Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan. (Qs. Al-an’aam ayat 25-27)

Berdasarkan ayat di atas maka dapat kita simpulkan bahwa penghuni surga Darussalam adalah:
a.         Orang-orang yang kuat iman dan islamnya;
b.      Orang-orang yang memperhatikan ayat-ayat Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari karena Al¬lah SWT

6.   Selanjutnya adalah Surga Darul Muqamah diciptakan oleh Allah SWT. dari permata putih. Calon penghuninya, ialah orang-orang yang     kebaikannya amat banyak dan sangat jarang berbuat kesalahan.

7.     Kemudian surga yang ke-7 adalah Surga Al-Maqamul Amin yang diciptakan oleh Allah SWT dari emas. Calon penghuninya, ialah orang-orang yang     keimanannya telah mencapai tingkat muttaqin, yakni orang-orang yang benar-benar bertakwa kepada Allah.

8.   Surga Khuldi diciptakan oleh Allah SWT dari marjan merah dan kuning. Calon penghuninya, ialah orang-orang     yang taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala     larangan-Nya.


قُلْ أَذَٰلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ ٱلْخُلْدِ ٱلَّتِى وُعِدَ ٱلْمُتَّقُونَ ۚ كَانَتْ لَهُمْ جَزَآءًۭ وَمَصِيرًۭا
Katakanlah: "Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa?" Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?"(Qs. Al-Furqan ayat 15)
Nah saudara-saudara, kini kita telah mengenal nama-nama surga dan telah mengetahui calon atau siapa saja ayang akan menghuni surga tersebut. Maka yang manakah surga yang akan kita pilih untuk kehidupan akhirat? Oleh sebab itu lakukanlah amalan-amalan baik dan jauhilah perbuatan mungkar, semoga kita mendapat anugrah surga ynag tertinggi dari Allah SWT. Aamiin aamiin ya rabbal ‘alamiin.