Wednesday, 14 December 2016

Surga Sebagai Balasan Atas Amal Baik yang Kita Kerjakan di Dunia

Jika kita bicarakan masalah surga, pasti semua orang tahu bahwa disana adalah kumpulan orang-orang baik. Surga (Al-Jannah) suatu tempat di alam akhirat yang penuh dengan keselamatan, kesejahteraan, kesenangan, kenikmatan, kebahagiaan, serta kemuliaan yang abadi. Allah SWT. menjanjikan tempat ini bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Begitu pula dengan neraka, kita dapat menduga disana tempat berbagai macam siksaan bagi orang durhaka dan orang jahat. Tapi yang anehnya, meskipun kebanyak orang tahu itu, tapi banyak pula yang melakukan kejahatan. Apakah mereka mengaharap neraka? Tidak, bahkan mereka sangat mendambakan surga. Tapi mengapa mereka melakukan hal yang demikian? Itulah akibat watak-watak yang tidak terdidik dan haus akan nafsu dunia sehingga syaitan dengan mudah menggodanya. Padahal Allah telah berfirman dalam surat An-Naml ayat 89-90 yang berbunyi:
مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَيْرٌۭ مِّنْهَا وَهُم مِّن فَزَعٍۢ يَوْمَئِذٍ ءَامِنُونَ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ فِى ٱلنَّارِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ


Barangsiapa yang membawa kebaikan, Maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari pada kejutan yang dahsyat pada hari itu. dan barang siapa yang membawa kejahatan, Maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan (Qs. An-Naml:89-90).

Nah, apakah kita ingin surga atau neraka. Pasti saudara-saudara semua memilih surga. Oleh sebab itu kerjakanlah segala kebajikan dan tiggalkan segala yang mungkar.

Baca juga Nama-nama Surga dan calon penghuninya berdasarkan amalan di dunia

Mungkin sahabat juga pernah mendengar cercaan dari orang yang tidak shalat. Mereka mengatakan “untuk apa shalat, masuk surga juga tidak”. Maka jawablah perkataan mereka dengan ucapan “yang shalat saja tidak jamin masuk surga apalagi yang tidak shalat”. Pasti mereka merasa malu dan jikapun mereka membantah, pasti mereka mengalihkan pembicaraannya.
Surga Sebagai Balasan Atas Amal Baik yang Kita Kerjakan di Dunia
Kemudian daripada itu,  surga juga mengandung pengertian sebagai  tempat bagi orang-orang yang beramal shaleh dan yang meninggalkan amalan-amalan jahat serta syahwat-syahwat. Dengan kata lain, surga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak kita sukai dan neraka dikelilingi oleh hal-hal yang membuat kita ketagihan, sebagaimana sabda Nabi SAW. Berikut ini:

Surga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai dan neraka dikelilingi oleh syahwat. (HR. Bukhari)

Apa itu syahwat? Syahwat adalah berbagai macam nafsu dunia yang mendorong kita kepada kejahatan. Dengan kata lain, syahwat inilah yang membantu kita kepada kejahatan. Seperti berzina dan lain sebagainya.

Sahabat beriman yang berbahagia,
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَمْرٍو الْأَشْعَثِيُّ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا و قَالَ سَعِيدٌ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ مِصْدَاقُ ذَلِكَ فِي كِتَابِ اللَّهِ { فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ } 
Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Amru Al Asy'atsi dan Zuhair bin Harb, berkata Zuhair: Telah menceritakan kepada kami, sedangkan Sa'id berkata: Telah mengkhabarkan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: Allah 'azza wajalla berfirman: 'Aku telah menyiapkan sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan tidak pernah terlintas dibenak manusia untuk hamba-hamba-Ku yang shalih.' Pembenarnya ada didalam kitab Allah 'azza wajalla: Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan. (As Sajdah: 17)(Shahih Muslim No.5050).

Memang pada hakikatnya kebanyakan manusia mengejar surga dunia, meraka mengira dunia adalah tempat berpuas-puasan selama ia hidup. Namun mereka tidak tahu, bahwa di surga akhirat itu memiliki kenikmatan yang maha dahsyat yang dikaruniakan Allah SWT.. Jika kita lihat dunia ini, semuanya bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan apa yang ada di surga-Nya di akhirat. Bermacam-macam makanan dan buah-buahan yang langka dan kelezatannya berlipat ganda. Wewangian yang menyapa setiap sela-sela tubuh kita. Pemandangan yang indah dan masih banyak lagi. Dunia ini hanyalah bagian kecil jika dibandingkan dengan nikmat surga Allah SWT..

Pernah terjadi perdebatan antara surga dan neraka tentang isi meraka masing masing, seperti dijelaskan dalam hadits berikut ini,
Dari Abu Said al-Khudri r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Syurga dan neraka berbantah-bantahan. Neraka berkata: "Di tempatku ada orang-orang yang gagah-gagah (suka menekankan kemauannya pada orang banyak) lagi orang-orang yang sombong." Syurga berkata: "Di tempatku adalah orang-orang yang lemah dan kaum miskin." Allah kemudian memberikan keputusan antara kedua makhluk ini, firman-Nya: "Sesungguhnya engkau syurga adalah kerahmatan-Ku dan dengan mulah Aku merahmati siapa saja yang Ku-kehendaki, sedang sesungguhnya engkau neraka adalah siksa-Ku yang dengan mulah Aku menyiksa siapa saja yang Ku-kehendaki. Masing-masing dari keduamu itu atas tanggungan-Ku-lah perkara isinya." (Riwayat Muslim)

Dalam hadits yang lain Rasulullah SAW. Bersabda:
Dari Haritsah bin Wahab ra.: Bahwa ia mendengar Nabi saw. bersabda: Maukah kalian aku beritahu tentang ahli surga? Para sahabat berkata: Mau. Rasulullah saw. bersabda: Yaitu setiap orang yang lemah dan melemahkan diri, seandainya ia bersumpah demi Allah, pasti akan dilaksanakan. Kemudian beliau bertanya lagi: Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang ahli neraka? Mereka menjawab: Mau. Beliau bersabda: Yaitu setiap orang yang kejam, bengis dan sombong.

Jelas bahwa Allah menciptakannya masing-masing dan memiliki fungsinya masing-masing pula dan isi diantara keduanya adalah tegantung kepada amalnya semasa di dunia. Selain itu, diantara keduanya  juga memiliki tingkatan masing-masing. Jika surga, semakin tinggi tingkatnya adalah tingkat yang tebaik kenikmatnnya. Begitu pula sebaliknya, Semakin rendah neraka maka semakin berat siksaan di dalamnya. Akan tetapi, sebelum kita diputuskan untuk masuk ke surga dan neraka, juga surga keberapa atau neraka yang keberapa yang akan kita naungi, semuanya akan menghadapi yang namanya hisab. Dimana semua mulut dikunci/ditutup sedangkan yang akan menjadi saksi adalah anggota tubuh yang lain, seperti dijelaskan dalam firman Allah swt. berikut ini,
ٱلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰٓ أَفْوَٰهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (Surat Yasin ayat 65)

setelah kesaksian-kesaksian dicurahkan dan keputusan ditetapkan, maka masuklah kita kepada tempat yang telah ditentukan. Jika amalan kita menuntun kita ke surga maka kita akan pergi ke surga tapi apabila amal kita menuntun ke neraka maka menetaplah kita di neraka.
demikian saja Pencerahan hari ini, semoga Allah Memberikan Surga dan petunjuk-Nya kepada kita semua, aamiin aamiin yaa rabbal 'alamiin.

Artikel terkait Amal perbuatan manusia sebagai bekal menuju akhirat

No comments:

Post a Comment