Friday, 31 March 2017

Kehidupan Manusia di Dunia Adalah Panggung Sandiwara Menurut Islam

Dunia menurut kacamata agama bagaikan panggung sandiwara. Dimana setiap orang mempunyai peran dan tugas masing-masing dalam melakoni karakternya dalam bermain. Ada yang antagonis, ada juga yang protagonis. Ada yang berperan sebagai ayah dan ada pula yang berperan sebagai ibu. Namun setiap orang dimuka bumi ini, adalah pemeran utama dari skenario untuk hidupnya masing-masing. Misalnya si udin pemiliki skenario, dalam skenario siudin ayahnya adalah Fahmi dan ibunya Linda. Si Udin adalah pemeran utama dalam cerita ini, sedangkan ayah dan ibu adalah pemeran pembantu. Begitu juga dengan sia ayah. Fahmi adalah seorang ayah yang memiliki anak bernama Udin dari istrinya yang bernama Linda. Dalam kronologi ini, Fahmi sebagai ayah adalah pemeran utamanya. Tidak jauh berbeda dengan si Ibu, seorang Linda yang menikah dengan Fahmi memperoleh momongan yang kemudian diberi nama Udin. Dalam skenario Linda sebagai Ibu, dia adalah pemeran utama dari pemeran lain yaitu anak dan ayah. Yang artinya bahwa, semua orang memiliki tanggungjawab masing-masing dalam menjalani kehidupannya, baik dari segi fisik maupun mental.
Kehidupan Manusia di Dunia Adalah Panggung Sandiwara Menurut Islam
Dari setiap peran yang kita mainkan, baik sebagai pemeran utama dalam kehidupan kita sendiri atau pemeran pembantu dalam kehidupan orang lain. Maka adapun gaji sebagai ganjaran yang akan kita terima adalah berupa pahala dan dosa. Apabila kita melakoni peran kita dengan karakter dan jiwa yang penuh ketaqwaan maka pahala adalah ganjarannya. Begitu juga apabila yang kita lakoni berupa kejahataan dan kezaliman maka tunggulah dosa dan azab yang akan menimpa. Itulah beberapa ganjaran para aktor dunia diakhirat kelak.

Bagi yang memiliki amal kebajikan luar biasa, Allah SWT. akan memanggilnya sebagai nominasi terbaik berdasarka jenis amalannya. dan penghargaan luar biasa yang diberikan Allah adalah sebaik-baiknya penghargaan.

Selain itu, Kita diberikan berbagai tugas oleh Allah SWT. dalam menjalankan kehidupan dunia yang menyangkut dengan mengendalikan harta. Yang mana hal yang kita lakukan bagaikan mengolah dan memakmurkan diladang dan  apa yang dirahmatkan oleh Allah SWT.. Semakin baik kita mengolah yang sesuai prosedur maka kita akan memetik dan menuai hasilnya kelak dihari kiamat. Sabda Rasulullah SAW.

Dari Abu Said r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya dunia adalah manis dan hijau (yakni menyenangkan sekali) dan sesungguhnya Allah menjadikan engkau semua sebagai pengganti di bumi itu (untuk mengolah dan memakmurkan). Maka Allah akan melihat bagaimana yang engkau semua lakukan (untuk dibalas menurut masing-masing amalannya). Oleh sebab itu, bertaqwalah dalam mengemudikan harta dunia dan bertaqwalah dalam urusan kaum wanita." (Riwayat Muslim)

Harta yang merupakan pokok bahasan dalam dunia, menjadi motor penggerak roda sandiwara dan senda gurau. Allah memerintahkan kita untuk mengendalikan harta, bagaimanakah mengusahakan harta dengan sebaiknya, bagaimana membelanjakan harta dengan sebaiknya dan senantiasa bertaqwa kepada Sang Pencipta. Banyak orang yang bermegah-megah didunia, berlomba-lomba dalam mengejar harta, tahta dan wanita. Mereka mengannggap wanita sebagai surga kepuasan syahwat-syahwat mereka, Seakan itulah tujuan utama kehidupan ini. Inilah pesan sandiwara yang difirmankan Allah SWT dalam surat Al-Hadiid ayat 20 berikut ini,

 ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌۭ وَلَهْوٌۭ وَزِينَةٌۭ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌۭ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَٰدِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ ٱلْكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصْفَرًّۭا ثُمَّ يَكُونُ حُطَٰمًۭا ۖ وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ عَذَابٌۭ شَدِيدٌۭ وَمَغْفِرَةٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٌۭ ۚ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

"Ketahuilah olehmu semua, bahwasanya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda-gurau, perhiasan dan bermegah-megah antara sesamamu, berlomba banyak kekayaan dan anak-anak. Perumpamaannya adalah seperti hujan yang mengherankan orang-orang kafir (yang menjadi petani) melihat tumbuh tanamannya, kemudian menjadi kering lalu engkau lihat menjadi kuning warnanya, kemudian menjadi hancur binasa. Dan di akhirat siksa yang amat sangat untuk mereka itu (yang berbuat kesalahan), juga pengampunan dari Allah serta keridhaan (bagi orang-orang yang berbuat kebaikan) dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan hanyalah kesenangan tipuan belaka." (Al-Hadid ayat 20)

Allah Ta'ala juga berfirman: 

 وَمَا هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَهْوٌۭ وَلَعِبٌۭ ۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ لَهِىَ ٱلْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ

"Dan tidaklah kehidupan di dunia ini melainkan senda-gurau dan permainan belaka dan sesungguhnya perumahan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya, jikalau mereka mengetahui." (Al-Ankabut: 64)

Makna dari kekeringannya adalah dunia ini akan binasa, sedangkan dulu sebelumnya pernah orang kafir mengira dunia adalah tempat yang kekal, tempat yang hijau-ranau, tempat yang sangat penuh dengan kenikmatan yang akan membawa mereka kepada kepuasan-kepuasan. Namun ketika mereka melihat hari kehancuran  tiba, maka disitulah mereka tercengang terhadap apa yang mereka terka sebelumnya. Dan begitu juga bagi kita yang sudah dikabarkan oleh Allah tentang kehidupan dunia ini. Janganlah kita terlalu bersenang-senang di dunia dengan melupakan kewajiban kita menuju akhirat kelak. Dan jangan pula kita mudah tertipu dengan kenikmata-kenikmatan fana ini, karena sesungguhnya iblis dan rekan-rekannya senantiasa menebar fitnah untuk berbagai tipu daya dan hasutan.

Kehidupan dunia yang penuh dengan sandiwara ini, skenario yang kita permain atau perankan tidak jauh dengan keluputan dan kesalahan. Sebagaimana telah dijanjikan oleh iblis kepada Allah untuk menggoda anak adam sampai kepada waktu tibanya hari kehancuran yaitu hari kiamat, sebagai kawan atau teman untuk menemani mereka di neraka kelak. Maka tidak heran tentang apa yang kita perankan didunia ini.


Allah Ta'ala berfirman : 

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّۭ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِٱللَّهِ ٱلْغَرُورُ

Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (Fathir: 5)

Penipu yang disebutkan disini tidak lain adalah iblis laknatillah, mereka senantiasa menyongsong setiap peran-peran di dunia ini. Dengan berbagai macam penawaran-penawaran yang sangat menggiurkan diajukan oleh iblis dengan bisikannya, mulai dari harta, tahta dan wanita. 

Kekayaan yang mereka tawarkan adalah melupakan kepada kewajiban akhirat untuk berinfak dan bersedekah, seakan-akan harta akan binasa bila disedekahkan. Dengan tahta kita diperdaya oleh kesombongan dan keengganan untuk beribadah kepada Allah. Adapun cara mereka menggoda dan merayu adalah dengan terus mengajak untuk mengejar pangkat dan jabatan tanpa menghirauka apa yang dilarang didalam agama. Mereka mengajarkan cara meninggalakan beribadah dan menawarkan cara untuk terus tergila-gila dengan pangkat dan jabatan. Dan wanita adalah yang paling membahayakan. Nafsu syahwat bagai racun berbisa untuk merobek setiap iman pada hati semua insan-insan. Bukan main dan bukan coba-coba, memang nafsu adalah musuh terbesar yang harus kita kendalikan. Maka disitulah kita butuh iman dan ketaqwaan yang kukuh agar terhindar dari berbagi macam godaan dan rayuaan syaithan. 

Adapun semua itu, Allah akan meminta pertanggung jawabannya kepada kita atas apa yang kita perbuat dan atas skenario yang kita lakoni. Kebaikan akan berbuah kenikmatan surga sedangkan dosa akan berbuah kepada azab neraka. Semoga kita termasuk kedalam golongan yang merauh keuntungan berupa pahal dan kenikmatan Allah SWT. aamiin aamiin ya rabbal alamiin.

Monday, 27 March 2017

Tanda-Tanda dan Ciri-ciri Orang Beriman Berdasarkan Dalil Al-Quran

Iman merupakan pokok penting dalam hidup beragama. Tanpa iman hidup ini akan sia-sia. Orang-orang yang beriman memiliki tanda atau cirinya tersendiri.  Tidak semua orang islam itu beriman tapi semua orang yang beriman sudah pasti islam. Sangat banyak tanda-tanda atau ciri-ciri orang beriman di dunia ini. Maka marilah kita simak satu persatu tentang tanda-tanda tersebut. Sebelum itu marilah kita simak firman Allah berikut ini:

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًۭا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ حَقًّۭا ۚ لَّهُمْ دَرَجَٰتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌۭ وَرِزْقٌۭ كَرِيمٌۭ 

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan salat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia. (Qs. Al-Anfal ayat 2-4)

۞ لَّيْسَ ٱلْبِرَّ أَن تُوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلْكِتَٰبِ وَٱلنَّبِيِّۦنَ وَءَاتَى ٱلْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآئِلِينَ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَٰهَدُوا۟ ۖ وَٱلصَّٰبِرِينَ فِى ٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلْبَأْسِ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُتَّقُونَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Qs. Al-baqarah ayat 177)

Berdasarkan ayat di atas dapat kita simpulkan bahwa tanda-tanda orang yang beriman adalah:

1.    Orang bergetar hati ketika mendengar nama Allah SWT.

Salah satu tanda beriman adalah orang-orang yang bergetar hatinya ketika mendengar nama Allah. Adapaun kenapa dia bergetar hati adalah karena dia takut kepada Allah, dia tahu siapa dia (sebagai hamba) dan siapa Allah (sebagai Tuhan), dia takut akan azab Allah, dia takut karena Allah melihat apapun yang dia kerjakan dan juga karena dia kagum karena keagungan Allah SWT. sehingga membuat bergetar hatinya. Sangat jarang orang-orang begini di zaman yang seraba canggih ini, karena banyaknya pengaruh jahiliah yang membuat terperosotnya moral dan rusaknya aqidah.

2.    Bertambah imannya ketika mendengar ayat Allah SWT (mengimani kitab Allah yaitu Al-quran)

Bertambahnya iman seseorang yang mendengar ayat-ayat Allah karena dia tahu akan kebenaran ayat-ayat Allah dan keluhurannya. Ketika dia mendengar ayat-ayat Allah maka dia akan menyimak kandungannya untuk menjadi pedoman dia hidup dan menjadikannya bertambah yakin kepada Allah sebagi Tuhan Semesta Alam. Bukan hanya sekedar menyimak dan mendengar karena dia akan melaksankan atau mengamalkan apapun yang dia dengar berdasarkan ilmu yang dia miliki. Karena sesunggunya sangat banyak pelajaran dan peringatan yang terkandung di dalam Al-quran. 

3.    Orang yang bertawakal kepada Allah SWT.

sifat sifat orang beriman, tanda tanda orang beriman dalam surah al baqarah ayat 177, ciri ciri orang beriman dan bertakwa, pengertian orang beriman, ciri ciri orang beriman menurut al quran, 8 ciri ciri orang beriman,
Bertawakal adalah berserah diri kepada Allah atau bersandar pada yang ditentukan Allah dengan iringan usaha. Bertawakal dengan artian seseorang percaya penuh bahwa Allah akan memberikan yang terbaik setelah apa yang di usahakan kepadanya. Karena sesunggunya mereka tahu bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Bijaksana dalam segala hal sehingga semua yang Allah berikan adalah yang terbaik. Lagi pula semua ketentuan dan kejadian di dunia ini adalah semua beradasarkan ketentuan Allah. 

Tawakal merupakan tingkat keimanan yang tinggi yang mana menempatkan Allah di posisi pertama sebagai penolong dan tempat memohon. Iringan usaha adalah suatu komponem utama dalam bertawakal. Karena doa tanpa usaha itu bohong dan usaha tanpa doa itu sombong. 

4.    Orang yang mendirikan shalat dengan kusyu’

Sangat banyak orang islam yang mengerjakan shalat siang dan malam dan bahkan shalat sunat sekalipun. Bukan hanya sekedar shalat akan tetapi harus kusyu’ didalam shalatnya. Tidak semua orang yang dapat kusyuk didalam shalatnya karena hanya orang yang benar-benar beriman sajalah yang mampu melakukannya seperti yang difrimankan Allah dalam Al-quran:

قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَٰشِعُونَ

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, (Qs. Al-Mu’minum ayat 1-2)

Kusyuk bukan hanya sekedar kata-kata, tapi memang kita mengerjakan shalat dengan kusyu’. Shalat kusyu’ adalah shalat yang dapat menghilangkan pemikiran yang di luar shalat. Apakah kita sudah kusyu’ dalam shalat? Kekusyukan memang sangat sulit dikerjakan, namun apasalahnya kita berusaha untuk kusyu’ dan menjadi salah satu orang yang benar-benar beriman.

5.    Orang yang mengeluarkan zakat dan memberi sedekah (infaq) dengan ikhlas

Dalam ayat lain Allah berfirman:

وَٱلَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَوٰةِ فَٰعِلُونَ

Dan orang-orang yang menunaikan zakat, (Qs. Al-Mu’minum ayat 4)

Zakat dan sedekat merupakan kewajiban bagi kita yang mampu. Tidak banyak dari orang yang mampu mengeluarkan zakat dan sedekah akan melakukannya karena mereka kikir dan takut miskin. Padahal zakat atau sedekah tidak akan mengurangi harta kita bahkan Allah akan memberikan keberkatan kepada harta yang kita miliki.

Daripada Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya : “ Sedekah tidak mengurangkan harta. Allah tidak melebihkan seseorang hamba dengan kemaafan-Nya melainkan kemuliaan dan tidak merendahkan diri seseorang melainkan Allah mengangkatnya.” (Muslim, ad-Darimi dan Ahmad)
Dan Allah SWT. juga berfirman:

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍۢ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍۢ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Qs. Al Baqarah Ayat 261)

Selain itu, sedekah merupakan amalan yang tidak akan putus-putus pahalanya selama kita melakukannnya dengan ikhlas. Inilah tanda orang yang beriman yaitu orang yang suka menfkahkan hartanya di jalan Allah secara ikhlas.

6.    Orang-orang yang menepati janji

Allah SWT. juga berfirman:

وَٱلَّذِينَ هُمْ لِأَمَٰنَٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَٰعُونَ

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, (Qs. Al-Mu’minum ayat 8)

Seperti yang disebutkan dalam surat Al-baqarah ayat 177 dan Surat Al-mu’minun diatas bahwa orang yang menepati janji adalah termasuk orang yang beriman. Orang yang menepati janji adalah orang yang takut akan azzab Allah di akhirat nanti dan akan di minta pertanggungjawaban. Selain itu, orang yang mengikiri janji dikategorikan sebagi orang yang munafik. Maka jadilah kita orang yang menepati janji dan memelihara amanat sehingga menjadi orang yang beriman. apalagi menjadi pemimpin, karena setiap apa yang di pimpin akan diminta  pertanggungjawabannya atas apa yang dipimpin. 

7.    Orang-orang yang menjauhi perbuatan yang tidak berguna

Allah berfirman:

وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنِ ٱللَّغْوِ مُعْرِضُو

Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, (Qs. Al-Mu’minum ayat 3)

Orang-orang yang beriman akan menjauhi perkataan dan perbuatan yang tidak berguna karena perbuatan itu akan mengundang dosa yang menyebabkan dia menjadi ahli neraka. Perkataan dan perbuatan yang tidak berguna selain mengundang dosa juga akan mengundang permusuhan dan konflik. Dalam haditsnya rasulullah SAW. pernah bersabda:

Hadis riwayat Abu Syuraikh Al-Khuza'i ra., ia berkata:
Nabi saw. bersabda: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam. (Shahih Muslim No.69) 

Perbuatan dan perkataan baik merupakan anjuran, acuan dan perintah yang akan memicu kita menjadi orang yang beriman karena itu semua adalah perbuatan orang-orang yang benar-benar ta'at kepada Allah SWT.. Perkara iman memang didasari pada amal perbuatan manusia yang baik sehingga pantas mendapatkan kasih sayang Allah dan menjadi ahli syurga.

8.    Orang-orang yang menjaga kemaluan

Allah SWT. berfirman:

وَٱلَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَٰفِظُونَ إِلَّا عَلَىٰٓ أَزْوَٰجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.  (Qs. Al-Mu’minum ayat 5-6)

Menjaga kemaluan adalah menjaga kemaluan terhadap orang yang tidak halal. Contohnya pelacuran atau prostitusi, zina dan lainnya. Seberapa banyak pelacuran atau prostitusi yang telah marak di dunia ini, seberapa banya perzinahan yang terpampang di dunia ini, ketahuilah bahwa semua itu adalah ulah orang yang tidak beriman. terlebih lagi pemimpin yang menghalalkan perbuatan zina, maka itu merupakan sebuah kemungkaran yang nyata. Mereka tidak memperdulikan dosa yang menimpa mereka apabila melakukannya. Yang mereka fikirkan hanyalah kenikmatan sesaat dan harta kekayaan. Karena kebanyakan pemicu pelacuran adalah faktor ekonomi yang membuat seseorang terjerumus kedalah perzinahan tersebut. Orang-orang yang benar-banar beriman akan menjauhkan hal tersebut karena meraka takut akan azaba dan dosa. 

Sebenarnya tanda-tanda orang yang beriman itu sangatlah banyak. Namun itulah delapan tanda-tanda orang yang beriman versi beriman Blog. Yang mana tanda-tanda inilah yang mencerminkan seseorang itu beriman. Harus digaris bawahi bahwa semua itu harus di lakukan dengan ikhlas. Jika sesuatu dilakuakn dengan tidak ikhlas baik karena riya, ujub, takabur, dan lain sebagainya maka semua akan sia-sia. Semoga kita mendapatkan kenikmatan iman dan menjadi orang-orang yang beriman kepada Allah SWT.. aamiin aamiin yaaa rabbal ‘alamiin.

Artikel terkait : 5 golongan pendusta agama

Wednesday, 8 March 2017

Anjuran Meninggalkan Keindahan dan Kemewahan Pakaian Sebagai Insan yang Tawadhu

Gaya hidup kini sudah menjadi tren sebagai efek dari perkembangan dunia. Tidak hanya dari segi corak bergaul bahkan corak berpakaian pun kini serba mewah dan menawan. Bagi siapapun yang berminat mereka hanya perlu mengais kocek dalam-dalam. Dan ini semata adalah tren demi kecantikan atau kegantengan sipemakai. Pakaian dari segala macam warna tersebut disediakan dengan berbagai ukuran sehingga memikat semua golongan untuk memakainya.

Kita anggap saja baju yang dimaksud adalah baju islami yang dapat menutup aurat dan sesuai tuntunan syar’i, karena pada kesempatan ini kita tidak akan membahas tentang pakaian yang dilarang oleh agama. sungguh banyak sekarang ini menyebar pakaian yang merobek tatanan syariat dan menguatkan tatanan kafir. Yang sulitnya, bahkan tidak sedikit dari umat islam yang tergiur kepada pakaian yang demikian rupa dan meninggalkan pakaian syar’i.
 
pakaian
Selain memilih pakain yang syar’i, agama kita juga menuntun kepada kesederhanaan. Karena dengan kesederhanaan akan menuntun manusia yang qanaah atau rendah hati (Kecuali bagi yang melakukan pencitraan). Banyak dari kalangan menganggap bahkan kesederhnaan adalah tradisi kuno yang tidak pantas untuk digunakan bahkan layak untuk ditinggalkan. Karena pada era sekarang ini, seiring perjalanan waktu, kemewahan menjadi faktor penting dalam hidup bagi sebagian mereka. Padahal banyak dari kalangan bawah yang masih memerlukan secuil bantuan dan santunan dari pihak mereka.

Sungguh semua yang baik-baik itu memiliki berbagia keutamaan dan keistimewaan disisi Allah SWT.. tidak terkecuali dengan pakaian. Yaitu ketika seorang memutuskan untuk berpakaian sederhana padahal dia mampu memakai yang lebih istimewa, maka Allah akan mengistimewakan pakaiannya di akhirat kelak. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Berikut ini,

Dari Mu'az bin Anas r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang meninggalkan (keindahan) pakaian karena maksud merendahkan diri kepada Allah, padahal ia berupaya (mampu) untuk menggunakannya, maka ia akan dipanggil oleh Allah pada hari kiamat dengan disaksikan oleh kepala sekalian makhluk (yakni di hadapan orang banyak), sehingga Allah akan menyuruhnya supaya memilih pakaian apa saja yang ia ingin mengenakannya dari berbagai pakaian keimanan." (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan)

Tidak diragukan lagi buah dari kerendahan hati itu memang sangat luar biasa. Karena kerendahan hati itu, selain memberikan dampak yang istimewa juga dapat memberitakan bagaimana kehidupan ini sebenarnya. Yang mana kita bisa juga ikut merasakan apa yang dirasakan oleh mereka yang tidak berkemampuan, dan meyadarkan kita untuk saling berbagi antar sesama. Sehingga oleh sebab itu terdoronglah hati untuk saling membantu dan menyalurkan sedekah.

Tidak sedikit orang yang berani meninggalkan kemewahan demi kesederhanaan, baik karena mereka tidak tahu tentang keutamaannya atau karena gengsi takut manjadi orang yang kumuh dikalangannya. Maka bagi sahabat yang beriman, jadilah hamba Allah yang shaleh yang selalu mengutamakan kesederhanaan, Yaitu dalam hal berpakaian. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik dan akan berdampak pada kehidupan kita. Bukannya agama melarang untuk berpakaian bagus, tapi alangkah baiknya yang sederhana. Karena kesederhanaan juga mengajarkan kita segalanya tentang hidup ini. Jika ingin mengetahui hidup ini, maka hiduplah sesederhanan mungkin bukan sekaya mungkin. Nah, semoga apa yang kita cerahkan hari ini dapat bermanfaat terutama bagi penulis dan kemudia bagi para pembaca, aamiin aamiin ya rabbal alamiin.

Tuesday, 7 March 2017

Adab dan Cara Berpakaian Didalam Islam Untuk Laki-Laki dan Perempuan

Ketika kehidupan telah dibekali oleh teknologi-teknologi yang canggih dan ketika kaidah-kaidah agama tidak diperdulikan lagi. Itulah saat dimana telah terjadi revolusi terhadap watak-watak umat manusia. Yang mana yang baik dianggap kulot dan kuno dan malah yang jelek dianggap trend dan keren seakan-akan agama telah ketinggalan zaman. Sesuatu yang dulu dianggap sebagai sampah, tapi kini dianggap sebagai tradisi yang wajib dilakoni. Pemuda dan pemudi yang seharusnya menjadi motor penggerak kemajuan negara tapi malah menjadi faktor terhadap runtuhnya negara. 

Bagaimana tidak, kita lihat budaya-budaya aneh nan gila telah merajai kehidupan mereka. Berbagai penyelewengan dianggap suatu yang pantas untuk mereka kerjakan. Tututunan agama seakan momerandum usang yang telah hangus ditelan zaman. Padahal mereka tidak sadar terhadap apa yang mereka kerjakan. Mereka sudah di santet oleh rayuan-rayuan dunia, terperdaya oleh hasutan-hasutan iblis dan teler dengan kemaksiatan-kemaksiatan dunia.

Berbagai tradisi-tradisi yang mereka adopsi seperti zina mabuk dan berpakaian tapi telanjang telah menjadi adat kebiasaan yang lumrah bagi mereka sendiri. Bahkan bagi yang tidak melakukan seperti apa yang mereka kerjakan dianggap kepo, kulot, kampungan, tidak gaul dan sebagainya. Harus kita ketahui bahwa, tradisi yang mereka adopsi tidak lain hanyalah tradisi sampah masa jahiliah yang kemudian mereka sebut “keren/ modern”. Karena jika mereka mengganggap membuka aurat atau sistem buka-bukaan adalah keren nan mempesona serta suatu bentuk kemajuan maka yang paling keren dan maju adalah binatang.

Banyak kita lihat wanita berpakaian dengan yang tidak sepantasnya. Pakaian yang mengundang syahwat bagi kaum laki-laki. Bahkan yang suatu keanehan adalah ketika kaum lelaki memandang mereka malah marah. Jadi apa tujuannya untuk menampakkan aurat-auarat tersebut? Maka tidak heran mengapa banyak terjadi pemerkosaan-pemerkosaan, pencabulan-pencabulan, pelecehan seksual, sodomi dan lain sebagainya. Dimedia-media cetak atau pun elektronik sering kita dengar ‘Sang ayah sudah menghilangkan keperawanan anaknya, sang kakek memprkosa cucunya, seorang pemuda sudah menyetubuhi/ mencabuli seorang nenek-nenek berusia 60 tahun’. Itu sebabnya apa? Bukan kah itu efek dari aurat yang sering terbuka dan dinampak-nampakkan?

pakaian islami wanita dan laki-laki,
Lihatlah pakaian-pakaian yang mereka kenakan, lihatlah aurat-aurat yang pontang-panting mereka terlantarkan seakan keindahan telah menguasai jiwa mereka. Dengan berbagai corak dan gaya dari pakaian yang mereka kenakan tidak jauh berbeda dengan apa yang dicontohkan oleh produk-produk jahiliah diluar sana. Dan aktor utama dari skenario ini adalah kaum wanita. Maka disebutlah mereka itu sebagai orang yang mengenakan pakaiaan tapi telanjang dan mereka itulah yang akan masuk neraka dan bahkan tidak akan mencium bau surga sedikitpun, seperti sabda Rasulullah berikut ini

Ada dua golongan dari penghuni neraka yang belum pernah aku lihat  mereka yaitu suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor sapi (yang) dipakai untuk memukuli orang-orang dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang (berpakaian mini). Mereka melenggang bergoyang. Rambutnya ibarat punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga atau mencium harumnya surga yang sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian-sekian. (HR. Muslim)

Para pembaca yang budiman,
Padahal Allah SWT. telah menganugrahkan kepada kita rezki yang cukup. Dengan rezki itu kita gunakan untuk membeli pakaian yang  menutup aurat dan sopan, bukan pakaian yang tidak cukup kain seperti itu. Seakan mereka menggambarkan bahwa mereka adalah orang yang paling miskin dari yang termiskin di dunia. Allah Ta'ala berfirman:

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًۭا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًۭا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌۭ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Hai anak Adam (yakni manusia), Kami telah menurunkan untukmu semua pakaian-pakaian yang dapat engkau semua gunakan untuk menutupi aurat-auratmu dan pula pakaian untuk hiasan dan pakaian ketaqwaan adalah yang terbaik." (al-A'raf: 26)

 Allah Ta'ala berfirman lagi: 

وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَٰبِيلَ تَقِيكُمُ ٱلْحَرَّ وَسَرَٰبِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ  

"Dan Allah membuat untukmu semua pakaian-pakaian untuk memelihara engkau semua dari panas, juga pakaian-pakaian (baju besi) untuk melindungi engkau semua dalam peperangan." (an-Nahl: 81)

Seperti yang kita lihat sekarang ini, banyak wanita yang Pakai baju nampak pusat, pakai celana Cuma sampai paha, kerudung nampak rambut, dan berjalan lenggang-lenggok ditengah keramaian bagai makhluk yang membelakangi langit. Pakaian islami dianggap kampungan, memakai jilbab mereka anggap sok kealiman, memakai cadar dibilang cari perhatian atau sok kearab-araban. Lain lagi ada yang menganggap pakai cadar itu teroris, itu sunggu pemikiran makhluk-makhluk jahiliah. Sungguh mereka itu sangat banyak alasannya. Tujuannya adalah agar nampak “keren” dan “mengikuti perkembangan zaman” atau untuk misi mereka dalam meruntuhkan akhidah dalam beragama.

Ada yang sebagian orang tua dari kecil sudah mengajarkan cara berpakaian yang salah. Lejing, jeans, bercelana dengan celana singkat padat bulat dan rapat. Maka tidak heran mengapa sewaktu besarnya mereka betah dengan apa yang telah biasa itu. Kecenderungan berfikir dan mengajarkan yang salah sejak kecil akan menjadi bekal dan contoh kepada mereka dimasa dewasa.

Para orang tua-orang tuan yang tidak melarang anaknya untuk menutup aurat sebagaimana yang syariat perintahkan, maka pada hari kiamat akan diminta pertanggungjawaban atas anaknya itu. Orang tua juga akan menanggung dosa atas anaknya apalagi kalau orang tuanyaa menyuruh untuk berpakaian yang mengundang maksiat itu. 

Maka mulai dari sekarang jauhilah pakaian-pakaian yang dilarang dalam agama tersebut. Tidak ada kata terlambat untuk lebih baik. Jauhilah segala kemungkaran-kemungkaran itu. Pakailah pakaian yang islami yang menutupi seluruh tubuhnya yaitu bagi kaum wanita. 

Kaum laki-laki sangat sedikit termasuk kedalam pengaruh pengadopsian budaya aneh tersebut karena kaum laki-laki sangat jarang memakai pakaian mini dan ketat. Coba sahabat lihat kepasar-pasar atau pusat keramaian lainnya, apakah sahabat pernah melihat kaum laki-laki memakai pakaian ketat,apakah ada laki-laki yang memakai baju nampak pusat, apakah sering laki-laki memakai celana Cuma sampai ke paha? Kalupun ada jumlahnya sangatlah sedikit.

Selain itu, aurat laki-laki tidak separah dengan aurat wanita. Aurat wanita meliputi seluruh tubuhnya sedangkan laki-laki hanya sebatas pusat dan lutut. Selain itu, aurat perempuan akan mengundang kesyahwatan-kesyahwatan bagi kaum laki-laki yang ditakutkan akan terjadinya pemerkosaan dan kemaksiatan lainnya. Jika para wanita tidak memakai pakaian mini, celana ketat, pakaian memberi bentuk tubuh mana mungkin pemerkosaan marak terjadi. Bahkan wanita akan tampak lebih terhormat bila memakai pakaian islami. Bagi kaum laki-laki, hendaklah menjauhi berpakain dengan pakain celana ponggol atau sejenisnya yaitu saat bermain bola, maka hendaknya memakai penutup lain yang memungkinkan untuk menunjang hobi tersebut. 

Ada sebagia orang mengatakan, ‘ah untuk apa kau berpakaian alim begitu, perbaiki dulu akhlakmu dulu baru pakai pakaian seperti itu!’. Maka hasutan seperti ini tidak perlu didengarkan. Mulailah dengan hal paling kecil, tutupi aurat, lanjutkan dengan amalan shalih lainnya. Jangan pernah mencontoh tradisi jelek dan salah,  kita boleh mengikuti perkembangan zaman asalkan sesuai dengan syariat islam. Penyesalan itu tidak akan datang sebelum kita menyadarinya. Wallahu’a’lam.

Artikel terkait: Anjuran meninggalkan keindahan dan kemewahan pakaian sebagai insan yang tawadhu