Sunday, 18 June 2017

Penyebab Shalat Tidak Kusyu' dan Mengapa Setan Selalu Mengganggu Kita

Tidak jarang bahkan hampir dari semua manusia merasakan yang namanya lupa, apalagi ketika kita sedang melaksanakan shalat lima waktu. Ketika kita shalat kita akan mengingat ini dan itu bahkan sesuatu yang tidak pernah terpikir diluar shalat baik itu urusan pribadi, kelompok atau sebagainya. Sehingga dengan banyaknya ingatan yang muncul ketika shalat maka kita akan lupa berapa rakaat shalat yang sudah kita kerjakan atau bahkan doa yang kita baca tidak karuan sehingga mengganggu kekusyukan shalat yang kita kerjakan.

Godaan-godaan ini ternyata datangnya adalah dari iblis yan merupakan musuh bebuyutan kita. Mereka inginkan kita bersama mereka di kerak neraka jahannam kelak menemaninya. Mereka melakukannya dengan merasuki hati anak Adam yang sedang shalat Seperti dijelakan dalam hadits berikut ini:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ فَإِذَا قَضَى النِّدَاءَ أَقْبَلَ حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَرَ حَتَّى إِذَا قَضَى التَّثْوِيبَ أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ يَقُولُ اذْكُرْ كَذَا اذْكُرْ كَذَا لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى

Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika panggilan shalat (adzan) dikumandangkan maka setan akan lari sambil mengeluarkan kentut hingga ia tidak mendengar suara adzan. Apabila panggilan adzan telah selesai maka setan akan kembali. Dan bila iqamat dikumandangkan setan kembali berlari dan jika iqamat telah selesai dikumandangkan dia kembali lagi, lalu menyelinap masuk kepada hati seseorang seraya berkata, 'Ingatlah ini dan itu'. Dan terus saja dia melakukan godaan ini hingga seseorang tidak menyadari berapa rakaat yang sudah dia laksanakan dalam shalatnya." (Shahih bukhari nomor: 573)

Penyebab Shalat Tidak Kusyu' dan Mengapa Setan Selalu Mengganggu Kita

Pemirsa Beriman yang dirahmati Allah SWT.
Iblis merupakan makhluk membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain, yang segera bersujud di hadapan Adam AS. sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya. Iblis merasa dirinya lebih mulia, lebih utama dan lebih agung dari Adam, karena ia diciptakan dari unsur api, sedang Adam dari tanah dan lumpur. Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain, walaupun diperintah oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"

Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia. Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur. "

Karena kesombongan, kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan, maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pada dirinya hingga hari kiamat. Disamping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.

Baca Juga : Nabi Adam sebagai asal mula ummat manusia



Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat. Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan. Tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu, bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam, sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat, dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat, mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang, menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal shaleh. Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:

"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka. Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada-Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah".

Dari cerita diatas, dapat kita simpulakan bahwa jelas mengapa iblis selalu mneggoda kita hingga dalam shalat, sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas tadi. Maka oleh sebab itu, jangan pernah lupa untuk mengumandangkan adzan ditempat kita tinggal agar dan supaya iblis membenci tempat tinggal kita sehingga kita bisa beribadah dengan tenang. Kuatkan iman dan ketaqwaan kita untuk menjadi perisai kita menghadapi iblis laknatillah sehingga kita menjadi Hamba Allah yang terbaik.

Sunday, 11 June 2017

6 Keutamaan Muadzin (Orang Adzan), Azan dan Iqamah

Kaum muslimin sahabat beriman yang berbahagia.
Adzan merupakan hal yang tidak dapat kita pisahkan dalam kehidupan kita sebagai muslim yang beriman. Tidak hanya disiang hari bahkan kala malam menguasai kegelapan pun adzan tetap dikumandangkan demi memberi tahu atau memperingatkan kepada seluruh ummat untuk mengerjakan shalat atau memeberitahu bahwa waktu shalat telah tiba. Selain dalam waktu shalat fardhu, adzan juga disunnatkan pada shalat sunnat sebagaimana sudah kami jelaskan sebelumnya.

Dalam hal ini, adzan dikategorikan sebagai ibadah secara otomatis yang namanya ibadah pasti mendapatkan pahala. Nah, apakah itu saja yang dimiliki oleh lantunan suci tersebut? Disini akan kita jelaskan tentang keutamaan-keutamaan atau keistimewaan-keistimewaan adzan.

1.    Setiap makhluk yang mendengar akan menjadi saksi dihari kiamat

Sebelum kita jelaskan, mari kita simak sabda nabi saw berikut ini:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ الْأَنْصَارِيِّ ثُمَّ الْمَازِنِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ قَالَ لَهُ إِنِّي أَرَاكَ تُحِبُّ الْغَنَمَ وَالْبَادِيَةَ فَإِذَا كُنْتَ فِي غَنَمِكَ أَوْ بَادِيَتِكَ فَأَذَّنْتَ بِالصَّلَاةِ فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالنِّدَاءِ فَإِنَّهُ لَا يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلَا إِنْسٌ وَلَا شَيْءٌ إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

manfaat mengumandangkan adzan, pahala adzan, keutamaan adzan dan menjawab adzan, pahala orang adzan dan iqomateutamaan adzan subuh, hikmah menjadi muadzin
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abdurrahman bin Abdullah bin 'Abdurrahman bin Abu Sha'sha'ah Al Anshari Al Mazini dari Bapaknya bahwa ia mengabarkan kepadanya, bahwa Abu Sa'id Al Khudri berkata kepadanya, Aku lihat kamu suka kambing dan lembah (pengembalaan). Jika kamu sedang mengembala kambingmu atau berada di lembah, lalu kamu mengumandangkan adzan shalat, maka keraskanlah suaramu. Karena tidak ada yang mendengar suara mu'adzin, baik manusia, jin atau apapun dia, kecuali akan menjadi saksi pada hari kiamat. Abu Sa'id berkata, Aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. (shahih bukhari nomor:574)

Sebagaimana kita baca pada hadits di atas, suatu keistimewaan atau keutamaan yang pertama yang dapat kita peroleh dengan mengumandangkan adzan adalah semua makhluk baik manusia, hewan, jin, tumbuh-tumbuhan dan makhluk lain sebagainya akan naik saksi kepada Allah SWT.  pada hari kiamat. Yang mana pada hari itu tidak suatu orang pun kerabat maupun keluarga yang dapat menolong kita maka dari amalan inilah salah satu harapan atau bekal kita untuk hari kiamat.

Bayangkan saja, berapa ummat manusia yang dapat mendengar adzan kita, berapa jin, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan malaikat yang mendengar dan akan naik saksi terhadap kita nantinya. Bayangkan berapa juta ataupun milyar makhluk ciptaan Allah yang mendengar lantunan adzan kita. Bayangkan adzan yang kita kumandangkan dengan penuh ikhlas tersebut dan mendapat ridha Allah selalu kita lakukan sebagai rutinitas bahkan dalam jangka waktu bertahun-tahun lamanya. Bukankah ini juga merupakan prestasi yang sangat luar biasa? Ini merupakan salah satu dari keutaman-keutamaan adzan yang masih banyak akan kita bahas.

2.    Diampunkan dosanya

Sabda nabi saw. Yang diriwayatkan oleh abu dawud:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ مَدَى صَوْتِهِ وَيَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ رَطْبٍ وَيَابِسٍ وَشَاهِدُ الصَّلَاةِ يُكْتَبُ لَهُ خَمْسٌ وَعِشْرُونَ حَسَنَةً وَيُكَفَّرُ عَنْهُ مَا بَيْنَهُمَا

Dari Abu Hurairah, ia berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, 'Seorang muadzin akan diampuni dosanya sejauh suaranya, dan setiap yang basah dan kering akan memintakan ampunan baginya. Yang melaksanakan shalat berjamaah, maka baginya akan ditulis dua puluh lima kebaikan dan dihapuskan dosa-dosanya di antara waktu shalat'. " Hasan-Shahih: Al Misykah (667), Shahih Abu Daud (528).

Manusia mana di dunia ini yang tidak menginginkan untuk penghapusan dosa, dan manusia  mana di dunia ini yang tidak berdosa, pasti kita semua menginginkan ampunan. Nah, keistimewaan adzan berikutnya adalah ampunan dosa bagi siapa yang beradzan atau mengumandangkan adzan. Bahkan dosa yang akan diampuni adalah sejauh suaranya yang artinya adalah seberapa keras suara seseorang melantunkan adzan.

Seperti uraian keistimewaan pertama, bahwa kita di ajurkan untuk mnegeraskan suara dengan tujuan untuk banyaknya makhluk-makhluk Allah yang mendengar suara kita dan semakin keras maka semakin banyak yang menjadi saksi kita dihadapan Allah SWT. sedikit lain dari hadits atau keistimewaan adzan yang ke-dua ini. Dalam hal ini kita dianjurkan untuk mengeraskan suara agar ampunan dosa kita semakin luas sejauh suara kita terdengar dan setiap yang basah dan kering akan meminta ampun bagi kita. Apalagi sekarang ini berkat kemajuan tekhnologi, kita sudah diperbendaharai dengan tekhnologi microphon. Yang mana dengan alat ini suara kita dapat terdengar hingga pelosok desa sebelah. Berbeda dengan dulu yang hanya menggunakan suara tampa alat bantu. Dalam hal ini juga merupakan sebuah karunia Allah SWT. yang memberikan kemudahan kepada kita di zaman yang penuh kemungkaran ini.

3.    Mendapat Surga dan 60 puluh kebaikan pada adzan serta 30 kebaikan pada iqamah

Surga dan Neraka adalah suatu pilihan yang harus ditentukan sejak kita memulai hidup didunia. Untuk memeperoleh syurga sudah pasti dengan amal shaleh dan kebajikan. Namun jika kita berbuat mungkar, maka neraka akan menjadi sahabat sejati. Sungguh sangat banyak amal shaleh dan kebajikan di dunia ini, maka termasuk amalan yang akan membawa kita masuk surga adalah amalan adzan, mari kita simak apa lagi yang dimiliki oleh adzan dalam hadits berikut:

Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa mengumandangkan adzan selama dua belas tahun, maka wajib baginya surga, serta ditulis baginya setiap hari enam puluh kebaikan dengan adzannya itu dan pada setiap iqamat, tiga puluh kebaikan."  Shahih: Al Misykah (678), Ash-Shahihah (42), Shahih At-Targib (242). 

Tertulis jelas dengan tinta goresan kata. Bahwa surga adalah balasan bagi orang yang mengumandangkan adzan selama 12 tahun . selain itu, mereka juga akan memeperoleh kebaikan pada setiap adzan dan iqamah masing-masing 60 dan 30 kebaikan. Jika dalam satu hari kita dapat 5 kali, maka 5x60=300 ditambah 5 x30=150 maka 450. Dalam sehari kita bisa mendapatkan 450 kebaikan. Bayangkan sebulan dan bayangkan dalam hitungan tahun. Apalagi kebaikan di bulan Ramadhan yang mana amalan di lipat gandakan pahalanya, sungguh sangat luar biasa.

Memang pada dasarnya kita beribadah bukanlah untuk mengharap imbalan kecuali redha Allah. Yang namun untuk mendorong dan memotivasi kita apa salahnya kita tahu tentang pahala dari setiap ibadah.

4.    Setan menjauh


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ فَإِذَا قَضَى النِّدَاءَ أَقْبَلَ حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَرَ حَتَّى إِذَا قَضَى التَّثْوِيبَ أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ يَقُولُ اذْكُرْ كَذَا اذْكُرْ كَذَا لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى

Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika panggilan shalat (adzan) dikumandangkan maka setan akan lari sambil mengeluarkan kentut hingga ia tidak mendengar suara adzan. Apabila panggilan adzan telah selesai maka setan akan kembali. Dan bila iqamat dikumandangkan setan kembali berlari dan jika iqamat telah selesai dikumandangkan dia kembali lagi, lalu menyelinap masuk kepada hati seseorang seraya berkata, 'Ingatlah ini dan itu'. Dan terus saja dia melakukan godaan ini hingga seseorang tidak menyadari berapa rakaat yang sudah dia laksanakan dalam shalatnya." (Shahih bukhari nomor: 573)

Setan-setan akan lari terbirit-birit ketika mendengar adzan. Yang mana dalam artiannya bahwa sesungguhnya setan itu sangat anti dan alergi dengan lantunan adzan. Bayangkan jika adzan dikumandangkan disetiap desa, pelosok-pelosok, pasti setan menjauh dari desa itu. Karena dalam hal ini, tujuan setan adalah menggoda anak adam sebagimana yang dikisahkan dalam dialognya dengan Allah SWT. pada saat diperintahkannya oleh Allah kepada iblis/setan untuk bersujud kepada adam. Karena bangkangannya, iblis terkutuk dan diusir dari surga

Baca Kisahnya: Nabi Adam sebagai asal mula ummat manusia

5.    Akan masuk surga bagi orang yang mengucapkan seperti yang dikumandangkan oleh muadzin dengan yakin

Keyakinan adalah pokok utama dalam iman. Bagaimana mungkin kita beriman tanpa rasa yakin. Begitu juga dengan beribadah, keyakinan adalah yang paling utama. Dan pahala didasarkan pada keyakinan tersebut, mari kita simak hadits berikut ini:

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ أَنَّ بُكَيْرَ بْنَ الْأَشَجِّ حَدَّثَهُ أَنَّ عَلِيَّ بْنَ خَالِدٍ الزُّرَقِيَّ حَدَّثَهُ أَنَّ النَّضْرَ بْنَ سُفْيَانَ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ بِلَالٌ يُنَادِي فَلَمَّا سَكَتَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ مِثْلَ هَذَا يَقِينًا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Salamah dia berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb dari 'Amr bin Al-Harits bahwasanya Bukair bin Al-Asyajji menceritakan kepadanya bahwasanya 'Ali bin Khalid Az-Zuraqi menceritakan kepadanya bahwasanya An-Nadhr bin Sufyan menceritakan kepadanya sesungguhnya dia mendengar Abu Hurairah berkata; "Suatu ketika kami bersama Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, lalu bangkitlah Bilal untuk adzan. Setelah selesai adzan. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda. 'Barangsiapa mengucapkan seperti yang dikumandangkan oleh muadzin dengan yakin, maka dia masuk surga'." (shahih sunan nasai)

Dapat kita garis bawahi, hal yang perlu kita perhatikan dalam beribadah adalah yakin.

6.    Doa yang terkabul antara adzan dan iqamah

Doa adalah suatu ucapan yang memiliki kekuatan luar biasa. Doa yang kita sampaikan adalah sebuah permintaan atau percakapan kita dengan yang Maha Kuasa. Bisa saja kita inginkan sesuatu lalu kita berdoa kepada Allah SWT. Tapi apakah kita tahu bahwa doa diantara azan dan iqamah itu tidak di tolak olah Allah SWT.? Dalam hadits Rasulullah SAW. Yang diriwayatkan oleh Ahmad berbunyi:

Do'a yang diucapkan antara azan dan iqomat tidak ditolak (oleh Allah). (HR. Ahmad)
Nah, marilah kita luangkan waktu kita untuk berdoa kala selesai azan. Perhatikan tatacara berdoa dengan baik dan memohonlah kepada Allah swt.

Sungguh sangat banyak kebaikan yang dapat kita tuai dalam ibadah kepada Allah SWT., termasuk dalam kategori azan ini. Maka tidak dapat disangkal hadits berikut :

Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Sumayya mantan budak Abu Bakar, dari Shalih dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seandainya manusia mengetahui apa (kebaikan) yang terdapat pada adzan dan shaf awal, lalu mereka tidak akan mendapatkannya kecuali dengan cara mengundi, niscaya mereka akan melakukannya. Dan seandainya mereka mengetahui kebaikan yang terdapat dalam bersegera (menuju shalat), niscaya mereka akan berlomba-lomba. Dan seandainya mereka mengetahui kebaikan yang terdapat pada shalat 'Isya dan Shubuh, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun harus dengan merangkak."

Semoga kita selalu dalam lindungan Allah dan mendapat ridho atas apa yang kita kerjakan dan selalu dalam tuntunan-nya. Aamiin aamiin yarabbal ‘alamiin.

Baca Juga: Asal mula azan dan iqamah

Thursday, 1 June 2017

Keutamaaan Menuntut Ilmu dalam Islam

Ilmu dapat kita ibaratkan sebagai roda-roda yang akan menggerakkan perjalanan zaman dari waktu ke waktu. Ilmu itu adalah mesin yang akan memicu perubahan-perubahan di alam jagad raya ini. Dari semenjak zaman nabi Adam hingga tibanya kehancuran, ilmu tetap akan menjadi mesin utama penggerak perubahan dunia ini. Dengan ilmu dunia bisa mengenal yang namanya teknologi, dengan ilmu dunia bisa berkembang kearah yang signifikan, dengan ilmu maka sistem pemerintahan akan berjalan dengan lancar, dan semua proses dan aktifitas dunia pasti membutuhkan ilmu sebagai faktor utamanya. Maka oleh sebab itu kita dianjurkan untuk menuntut ilmu, seperti sabda nabi SAW.

Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah). (HR. Ibnu Majah)

menuntut ilmu wajib bagi laki-laki dan perempuan

Baik wanita atau laki-laki, baik anak anak atau remaja baik dewasa maupun orang tua maka wajib bagi kita mencari ilmu. Tidak ada larangan dan kemudharatan bagi orang yang menimba ilmu pengetahuan bahkan berbagai keistimewaan akan diperolehnya berkat menuntu ilmu. Banyak keistimewaan-keistimewaan yang akan kita dapatkan dengan menuntut dan berilmu. Maka oleh sebab itu, pada kesempatan ini kana kita bahas tentang keutamaan dan keistimewaan menuntut ilmu.

1.    Jaminan kebahagiaan dunia dan akhirat

Sabda nabi SAW. Barang siapa ingin (memperoleh kebahagiaan) di dunia, hendaklah ia berilmu, barang siapa ingin (memperoleh kebahagiaan) di akhirat, hendaklah ia berilmu, dan barang siapa ingin memperoleh keduanya (kebahagiaan di dunia dan di akhirat) hendaklah ia berilmu. (HR Ahmad).

Kebahagian-kebahagian akan kita genggam jika kita memiliki ilmu. Baik itu ilmu dunia maupun akhirat (ilmu agama). Namun kita sangat diprioritaskan untuk lebih memadai dalam bidang ilmu agama dari pada ilmu dunia. Karena sesungguhnya masa depan yang sesungguhnya adalah akhirat dan kita akan kembali kesana apapun ceritanya. Selain itu, kehidupan dunia merupakan sementara sedangkan akhirat adalah kekal. Dan juga ilmu agama menjadi bekal yang akan membantu kita di akhirat kelak.

Mengenai kebahagiaan, memang tidak ada yang berani menyangkal bahwa ilmu dapat memberikan kebahagian dunia dan akhirat dan sebagaimana yang Rasulullah SAW. sabdakan tadi. Kita lihat saja, ingin menjadi presiden, harus pintar alias punya ilmu, ingin jadi pegawai harus punya ilmu, jadi petani juga harus punya ilmu, menjadi pedagang harus punya ilmu bahkan tidak ada satupun kesuksesan di dunia ini tanpa ilmu.
Jika seorang presiden tidak punya ilmun ketatanegaraan pasti akan berantakan. Manakala pegawai suatu perkantoran pasti membuat reputasi berantakan. Dan juga para pedagang-pedagang tanpa ilmu dagang akan mencapai kerugian begitu pula para petani akan memperoleh gagal panen apabila tidak memiliki ilmu pertanian. Sungguh tidak ada suatu kesuksesan itu tanpa ilmu pengetahuan.

Kebahgian akhirat akan sangat mudah kita capai dengan ilmu pula. Kita mengenal Allah dengan ilmu, kita tahu hukum Allah karena ilmu, sadar akan dosa dan pahala karena ilmu. Kita senantiasa beribadah sehingga mencapai puncak pahala karena ilmu bahkan tidak sah suatu ibadah tanpa didasari dengan ilmu. Maka sudah jelas kebahagian untuk kita capai diakhirat nanti dimotori oleh ilmu.  Apalah guna kita ibadah siang malam pagi dan petang karena jika tanpa ilmu maka Allah akan menolak ibadah mentah-mentah.

Nabi Muhammad shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang beramal tidak mengikuti perintah kami, maka akan ditolak." (HR Muslim)

Imam Ghazali berkata: "Ilmu tanpa amal adalah gila dan pada masa yang sama, amalan tanpa ilmu merupakan suatu amalan yang tidak akan berlaku dan sia- sia."

Imam Syafii juga berkata, "Setiap orang yang beramal tanpa ilmu, maka amalnya akan ditolak sia-sia." (Matan Zubad, juz I, hlm 2, Majallatul buhuts al-Islamiyah, juz 42, hlm 279).

Imam ‘Abdullah al-Haddad رضي الله عنه,. Menyebut di dalam kitabnya Risaalah al-Mu`aawanah:
Dan ketahuilah bahwasanya seseorang yang beribadat kepada Allah tanpa ilmu, maka kemudharatan yang kembali kepadanya sebab ibadatnya itu lebih banyak daripada manfaat yang terhasil baginya. Berapa ramai ahli ibadat yang memenatkan dirinya dalam ibadat sedangkan dia sebenarnya atas maksiat padahal dia beranggapan apa yang dilakukannya adalah ketaatan atau bukannya maksiat…..”

Harus diingat juga bahwa, berilmu bukan hanya sekedar berilmu, kita harus memiliki guru sebagai teladan kita dan dasar ilmu kita tadi. Baik belajar kepada ulama, tengku/ustad, mualim-maulim, dan lainnya yang terpenting kita mengakui kebenaran ilmunya dan ilmu nya tidak sesat. Dan Allah juga berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًۭا

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung jawabannya.” (QS. Al-Israa’:36)

Maka oleh sebab itu, janganlah bermalas-malasan dalam menimba ilmu pengetahuan agar kita mendapat kebagaian dunia dan akhirat.

Baca Juga : Perbandingan kehidupan dunia dan akhirat

2.    Allah akan mengangkat derajat orang yang berilmu dan menjadikannya kepada kedudukan terhormat.

Janji Allah SWT. ini tercantum dalam surat Al-Mujadalah ayat 11,



Niscaya Allah akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Al-Mujadalah:11)

Dan juga Rasulullah SAW. Bersabda,
Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sadaqah. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat. (HR. Ar-Rabii')

Berbagai kemulian dan kedudukan tinggi akan diperoleh oleh orang yang memiliki ilmu pengetahuan baik kedudukan dunia dan akhirat nanti. Lihatlah kedudukan para ulama di dunia ini, dimuliakan oleh semua orang dari seluruh pelosok negeri ini . Tidak ada kemudharatn dan kesengsaraan pula bagi mereka diakhirat karena Allah menjamin mereka kedudukan yang baik. Terkecuali bagi kaum munafiqin (mengaku islam tapi tidak cinta kepada islam) dan kaum kafir harbi, mereka memang sangat membeci ulama.

Selain kedudukan dan kemulian para mu’alim-mu’alim juga menjadi sorotan diseluruh negeri ini. Karena seiring dengan perjalanan waktu, para pemuda-pemuda disibukkan oleh budaya-budaya kampungan bangsa jahiliah yang mereka adopsi dari negeri barat sehingga minimnya dari mereka menuntu ilmu baik dunia maupun akhirat. Mereka telah dibodohkan oleh susunan tata kehidupan berantakan yang kemudian mereka anggap “keren”. Sehingga oleh sebab itu, semakin hari para mu’alim-mu’alim sangat dicari dan dibayar mahal untuk ilmu  yang diajarkannya. Selain dari akibat langkanya orang yang berilmu juga karena Allah menjamin kedudukan mereka.

Selain itu, dalam urusan dunia, berbagia teknologi dan innovasi dikuasai oleh orang-orang yang pintar. Adakah orang pandir menguasai teknologi? Adakah orang yang lalai mendapat kedudukan yang baik di dunia. Tidak ada jalan lain selain menuntut ilmu untuk menjalin hubungan dengan perjalanan waktu. Orang kaya bukan hanya karena takdir tapi karena mereka menguasai ilmu sehingga takdir itu sejalan, para ilmuan bukan hanya karena takdir mampu membuat innovasi tapi karena rasa mau belajar dan ingin tahu. Jika kita ditakdirkan menjadi orang kaya sedangkan kita tidak punya ilmu apakah sejalan? Maka oleh sebab itu, tuntutlah ilmu untuk medapatkan kedudukan baik dunia dan akhirat.

3.    Orang berilmu bagai bulan diantara bintang-bintang.

Tidak hanya perbandingan dengan orang yang pandir tetapi juga perbandingan dan kelebihan terbanyak dimiliki oleh orang yang berilmu dari pada orang ‘abid (orang yang suka beribadah). Bayangkan saja orang yang sudah pandir tidak mau beribadah, sudah jauh dan jauh dan sangat jauh perbandingannya dengan orang yang berilmu. Seperti sabda Nabi SAW. berikut ini,
 Dari Abu Darda: saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Kelebihan seorang alim dari seorang ‘abid (orang yang suka beribadah) seperti kelebihan bulan pada bintang-bintang, dan sesungguhnya para ulama itu pewaris para nabi, mereka tidak mewariskan dinar (uang) tetapi mewariskan ilmu, siapa yang mengambilnya, maka ambillah dengan bagian yang cukup (HR. Abu Daud dan Tirmizi)

Dalam hadits lain nabi SAW. juga Bersabda.
Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri. (HR. Ath-Thabrani)

Bulan adalah perumpamaan bagi orang yang berilmu atas ahli ibadah sebagai bintang. Nah, jika orang bodoh tidak kita ketahui bagaimana perbandinganya. Bisa saja semut hitam yang berada dalam kelamnya malam adalah perumpamaan orang bodoh. Seorang ‘abid mungkin memiliki sangat sedikit ilmu tentang pahala dan dosa saja sedangkan orang bodoh adalah orang yang tidak tahu apa-apa bahkan tidak bisa membedakan yang mana halal dan haram. Kebodohan yang bersangatan inilah yang berbahaya. Namun lain halnya berilmu dan juga doyan beribadah alias ‘abid, maka keistimewaan yang dimiliki akan berlipat ganda.

4.    Ilmu merupakan salah satu amalan yang terus mengalir hingga mati

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Apabila anak Adam (yakni manusia) meninggal dunia, maka putuslah amalannya (yakni tidak dapat menambah pahalanya lagi), melainkan dari tiga macam perkara, yaitu sedekah jariah atau ilmu yang dapat diambil kemanfaatannya atau anak yang shalih yang suka mendoakan untuknya." (Riwayat Muslim)

Salah satu amalan yang akan terus mengalir meskipun kita tidak melakukannya lagi adalah ilmu yang bermanfaat. Nah, ilmu yang bermanfaat di sini adalah ilmu agama atau ilmu yang memberi manfaat positif bagi kehidupan orang banyak yaitu dimana apabila seseorang yang pernah kita ajarkan untuk beribadah maka pahalanya akan terus mengalir kepada kita selama ia melakukan amalan itu. Ataupun ilmu yang pernah kita ajarkan bisa memberi manfaat dan memudahkan kehidupan. Dan hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW.

Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk (yakni kebenaran), maka baginya adalah pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun dari pahala mereka itu." (Riwayat Muslim)

Selain itu, ajakan-ajakan untuk beramal shaleh juga merupakan ilmu. dan ilmu inilah yang dikatakan bermanfaat. Dan juga ilmu yang dapat menolong sesama manusia baik fisik maupun mental yaitu dalam hal kebaikan maka ini juga termasuk ilmu yang bermanfaat. Namun ingatlah, semunya didasarkan oleh iman kepada Allah SWT. dan keikhlasan. Jika suatu amalan ilmu bermanfaat selain ilmu agama tadi tapi orang tersebut tidak beriman kepada Allah dan/ atau tidak meniatkan dengan keikhlasan maka amalannya juga sia-sia.

5.    Allah SWT. memudahkan jalan masuk syurga

Sebagaimana yang nabi SAW. Sabdakan beriku ini,
Seseorang yang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu niscaya Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Syurga (Shahih Al-Jami)

Dalam hadits riwayat lain beliau bersabda,
Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. (HR. Muslim)

Surga merupakan tujuan dan sasaran utama atas segala amalan yang kita lakukan meskipun kita seharusnya beribadah secara ikhlas alias tidak mengharapkan imbalan. Namun dari pada itu, bagi orang yang menuntut ilmu memiliki keistimewaan yang luar biasa yaitu dimudahkan oleh Allah jalan menuju syurga. Bila kita lihat faktanya, orang yang menuntu ilmu (terutama ilmu agama) pasti mempelajari halal dan haramnya suatu perbuatan. Juga mengenai hal yang mendekatkan kita kepadan Allah dan menjauhkan kita kepada Allah dan termasuk pula bagaimana menuju jalan yang benar. Oleh sebab itu maka jelas bahwa dia akan mudah menuju syurga. Dan juga ini adalah jaminan Allah sebagaimana yang disabdakan oleh Rasul mustafa Muhammad SAW. selain dari fakta tersebut tadi.

6.    Berada dalam dijalan yang benar

Nabi Muhammad SAW. Bersabda,
Siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka dia berada di jalan Allah sampai dia kembali (Shahih Tarmizi)

Adapaun jalan Allah adalah jalan yang benar yang diredhai oleh Allah SWT.. bahkan dalam suatu riwayat disebutkan, siapa saja yang wafat ketika dalam keadaan menuntut ilmu  maka mendapat pahala syahid. Dan ini berlaku sejak dia melangkah dari rumah hingga ia kembali dengan syarat apa yang dia pelajari adalah ilmu yang bermanfaat yang tidak menentang dengan aqidah. Kita pergi kesekolah juga menuntut ilmu, terlebih lagi pengajian-pengajian dan pesantren dan termasuk juga majelis-majelis ta’lem yang diselengggarakan disurau-surau atau masjid-masjid.

7.    Kemuliaan yang diberikan oleh para malaikat untuk orang yang menuntut ilmu dengan meletakkan sayapnya

Sabda Nabi SAW.” … Sesungguhnya malaikat meletakkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu karena rida/ senang terhadap apa yang dicarinya (ilmu).” (HR. Ibnu Abdul Bar)

8.    Dimohonkan ampun dosanya oleh semua makhluk sampai semua binatang dan makhluk.

Seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut ini,
“Dari Anas r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda: menuntut ilmu itu  wajib atas setiap orang Islam, karena sesungguhnya semua (makhluk) sampai binatang-binatang yang ada di laut memohonkan ampun untuk orang yang menuntut ilmu”. (H.R. Ibnu Abdurrahman)

Nah, sungguh sangat banyak keistimewaan bagi orang yang menuntut ilmu. Mulai dari kehidupan dunia hingga kepada kehidupan akhirat Allah telah menjamin kebahagian bagi orang-orang yang menuntut ilmu. Yang harus menjadi catatan dalm diri kita semua bahwa, tuntutlah ilmu dengan niat baik bukan karena niat membangga-banggakan atau ria atu semacamnya dalam kehidupan dunia ini jika demikian maka celaka dan rugilah kita terhadap apa yang telah kita usahakan. Karena semua itu akan berubah menjadi siksaan yang sangat pedih yaitu neraka. Sebagimana sabda Rasulullah SAW. berikut ini,

Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka ... neraka. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Oleh sebab itu, marilah kita menuntut ilmu dengan yakin daan ikhlas serta bersungguh-sungguh, semoga kiranya kita mendapat rahmat dari Yang Kuasa, Aamiin aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

Baca Juga : Hubungan ilmu, iman dan amal dalam Islam